Journey to Another Dimension

Journey to Another Dimension

  • WpView
    Leituras 84
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mar 19, 2020
Arvelyn Toddler. Kehidupan remaja 18 tahun itu tak lagi normal setelah beberapa kali mengalami mimpi buruk yang tak pernah dialami sebelumnya. Kejadian-kejadian aneh secara beruntun menimpanya bagai tak berjeda. Hingga pada puncaknya, sebuah portal menariknya ke tempat di mana hanya ia seorang yang bisa disebut 'manusia'. Arvelyn akhirnya menyadari satu hal, ia berada di dimensi lain. Ini tentang petualangan Arvelyn, di tempat antah-berantah yang berisi makhluk-makhluk dengan wujud di luar nalar. Serta usaha Arvelyn untuk kembali ke tempat di mana seharusnya ia berada. Copyright ©2020 by nyctophiliart
Todos os Direitos Reservados
#759
magic
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Pangeran Kegelapan
  • The Tales: School of Magic
  • A World Of Different Dimensions
  • SKY TRAIN (END)
  • Princess of Sira : Zalikha Stone
  • Kyross | Slip On Depth Parasite [BL]
  • Another World
  • Modern Magic [Revisi]
  • Fae'ria World
  • Fantasy World

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo