We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I believe your love✔

I believe your love✔

  • WpView
    Reads 197
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 24, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku Alicia Keys Wilbraham anak haram yang tidak pernah diharapkan,aku anak dari seorang pelacur, silahkan kalian jijik sama aku. Bagaimanapun ia adalah seorang wanita yang telah melahirkan ku kedunia ini. Sampai aku bertemu dengan kakak kelas yang menyebalkan sampai aku ingin sekali membunuhnya tapi lama kelamaan aku menyukai sikapnya yang selalu membuatku tersenyum karena tingkah konyolnya.aku sangat tidak ingin kehilangan dirinya. Tapi fakta berkata lain dia adalah kakak tiriku saat papa mengetahuinya ia mengancam diriku,yang sebatang kara UP NANTI ADA MOOD. Hai maaf cerita ini baru dibuat jadi maaf kalo ada typo✌ Salam kenal✋alda hafzari
All Rights Reserved
#356
beauty
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Being a Good Papa [ End ]
  • Cita Cinta Jenna
  • Tuan Muda?
  • What You Know? (Tamat)
  • Listen to Your Heart
  • Cheilla dan sejuta impian
  • Cahaya [COMPLETED]

Apa penyesalan dalam hidup yang pernah kalian alami? Kalau Arthan ditanya seperti itu, maka dia akan menjawab ; Menjadi pria yang tidak berguna, sekaligus ayah yang gagal. Setidaknya Arthan ingin sekali dalam hidupnya, dia melakukan hal-hal yang membuat keluarganya bahagia. Namun, hidup yang hanya sekali itu, dia habiskan untuk hal-hal yang sesat. Berjudi, mengabaikan anaknya setelah ditinggal mati oleh istri, dan terlilit hutang hingga rentenir terus berdatangan. Lantas, pada malam dia dikejar oleh rentenir dan anaknya, Alberix, disandera oleh rentenir, Arthan tertabrak truk dan tubuhnya terhempas begitu saja di aspal, hingga aspal itu digenangi oleh darahnya yang menyebar kemana-mana. Malam dimana penyesalan terus berdatangan. Lalu, dengan begitu saja, Arthan menutup mata dengan perasaan bersalah yang menumpuk di dalam dada. Hingga ketika ia membuka mata, bukan alam Barzah lah yang ia lihat, tetapi wajah anaknya yang datar saat sedang melakukan sarapan bersama. Arthan spontan menyeletuk, "Alberuk?" Alberix langsung bombastic side eyes. "Alberix, pa. Not Alberuk, apalagi beruk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines