Matahari (versi Baru)

Matahari (versi Baru)

  • WpView
    LECTURAS 504
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 23, 2019
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
"kenapa lo terima perjodohan ini?" tanya lia. "lo suka yah sama gue?" sambungnya dengan tatapan seolah rian adalah seorang tersangka "tidak" jawab Rian dengan wajah datar "terus, kenapa lo nggak tolak?" sahut Lia "karena kamu yang dipilihkan ayah saya dan mungkin kamu juga yang diinginkan olehnya" jawab Rian dengan wajah datarnya "olehnya?" ulang Lia "hm, dia adalah penciptamu dan pencipta saya" jelas Rian dengan wajah datar tanpa menatap Lia "Allah" balas Lia "hm" ucap Rian. Muhammad Rian adalah manusia normal yang tau cara tersenyum, tapi sebuah masa lalu yang membuat senyumnya perlahan tergantikan oleh wajah datar dengan sorot pembunuh. Warna kehidupan yang mulanya berwarna-warni kini menyisahkan warna hitam pekat, ia tak percaya adanya cinta baginya cinta hanyalah cerita donggeng, banyak gadis yang mengaguminya tapi tidak ada yang ingin menikah denganya karena sorot matanya. Hingga abinya menjodohkanya dengan seorang gadis pengacara yang cerewet dan ceroboh yang tidak takut akan wajah datar dan sorot pembunuh itu. Tapi bisakah seorang gadis yang cerewet mengembalikan warna kehidupan dan senyumnya
Todos los derechos reservados
#46
reliji
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Halal Kita[On Going]
  • Surat Undangan dari Orang yang Kucinta (Sedang Revisi)
  • In Bed Doctor (TAMAT)
  • Pria Misterius (Tamat)
  • AFTER WEDDING - TERBIT
  • Raina Maramitha
  • Cinta yang Dirindukan
  • Blue Orangeade
  • I Love Gus (OPEN PO)

Aiza Chafiya Laila Jannahti. Gadis itu biasa dipanggil Aiza. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, memiliki dua adik laki-laki yang masing-masing berusia 13 tahun dan 8 tahun. Sejak kecil, Aiza dikenal sebagai anak yang lembut, taat, dan penuh tanggung jawab-terutama sebagai kakak sulung di keluarganya. Kisahnya dimulai ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Fattah, sebuah pesantren yang menjadi pilihan keluarganya. Bukan tanpa alasan, keluarga pengasuh pesantren-Kyai dan Nyai-telah lama menjalin hubungan dekat dengan keluarga Aiza. Kedekatan itu membuat keputusan tersebut terasa tepat, meski tetap saja berat. Tidak mudah bagi Aiza untuk meninggalkan pesantren milik kakeknya sendiri, tempat yang sudah akrab dengan segala kenangan masa kecilnya. Lingkungan baru, aturan baru, dan orang-orang baru menjadi tantangan yang harus ia hadapi dengan hati yang lapang. Di hari-hari pertamanya di Pesantren Nurul Fattah, Aiza dipertemukan dengan tiga gadis yang kelak menjadi sahabatnya: Chika yang ceria, Ayu yang kalem, dan Rahmana yang dewasa. Bersama mereka, Aiza belajar tentang arti persahabatan, kesabaran, dan perlahan... tentang rasa yang tumbuh tanpa diminta. Di balik lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan setiap malam, ada kisah yang sedang Allah rangkai. Kisah tentang perjuangan, tentang menjaga hati, dan tentang cinta yang tidak hanya sekadar rasa-melainkan niat suci untuk menuju halal. Inilah awal dari perjalanan Aiza. Tentang cinta yang dijaga, tentang rindu yang ditahan, dan tentang harapan yang dipasrahkan sepenuhnya pada takdir-Nya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido