CHANDATHAWA

CHANDATHAWA

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 18, 2019
Tertawa bukanlah suatu yang mudah bukan? coba kamu lakukan sehari dibaluti penuh dengan gelak tawa tanpa ada kesedihan, memangnya bisa? Jangan sungkan jika ada sesuatu yang membuat dirimu ingin tertawa. Jangan malu jika dibicarakan orang bahwa kamu gila karena tertawa. Mengapa begitu? Karena bahagia itu yang buat dirimu sendiri bukan orang lain. Ingin tau bagaimana tertawa tanpa dibaluti kesedihan yang kamu tutupi? Di sini aku akan menceritakan suatu hal yang istimewa yang mungkin akan menghiburmu. Cerita ini mengisahkan di mana seseorang mencintai orang yang dicintainya dibaluti rasa bahagia seperti hidup.
All Rights Reserved
#15
feel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • Pelupa
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Strong Girl [✓]
  • The Story of Love
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Me,You and the story we went through.

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines