SAD#Seri Kekuatan Cinta(Slow UpDate)

SAD#Seri Kekuatan Cinta(Slow UpDate)

  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 7, 2019
"Aku hamil!" -Caramel Cantika Prayoga "Bunuh saja anak itu, Bukankah ayahmu sudah mengajarkan mu untuk membunuh seseorang!" -Zidan Raka Atmadja Persetan, kata-kata itu pantas di ajukan kepada seorang laki-laki brengsek yg tega mengucapkan hal serendah itu, bahkan dia menyuruh wanita yang tengah mengandung anaknya untuk membunuhnya,. Penasaran? yok mampir? moga suka.😘😘
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Regan dan Cintanya [END]
  • JODOH dan TAK JODOH √ JJdTJ [COMPLETED]
  • ALENCHA [END]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Anak Kembar sang Presdir [END]
  • Bukan ZONK!
  • JEEVANA
  • NIKAH SANA!  (TAMAT)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)

"Aquila hamil anak aku, Bunda!" suara serak itu membuat semua orang terkejut. Aquila yang akan membuka pintu menegang, ia tak menyangka Regan akan sadar saat dirinya belum pergi dari sana. Ditambah lagi kini Renatha menatap Aquila dengan tatapan datar, tak ada senyum hangat seperti biasanya. Gadis itu benar-benar takut dengan apa yang terjadi selanjutnya karena tatapan Renatha benar-benar berbeda. " Kenapa kamu gak jujur? Kamu mau bunuh anak itu atau masih mau mempertanyakan dia ? Bunda kecewa sama kamu Aquila, harusnya kamu ngomong sama Bunda" kata Renatha dengan air mata yang mulai berjatuhan. "Aquila nggak mau masa depan Regan hancur karena anak yang Aquila kandung." jawabnya pelan. "Hidup aku yang akan hancur, kalau kamu pergi begitu aja tanpa memberitahu kebenarannya. Aquila!" tandas Regan, matanya sudah berkaca-kaca karena perkataan Aquila. "Bunda kecewa sama kamu, bagaimana bisa kamu berpikir seperti itu. Hidup keluarga kami yang akan hancur jika kamu nggak jujur, nak." kata Renatha pelan. Sebagai seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama, tentu Renatha tau betul apa yang Aquila rasakan. Ia juga pernah mengalami itu saat hamil si kembar.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan