Story cover for Waralaba by BungIFZ23
Waralaba
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Dec 31, 2018
Kemarau yang panjang 
Sungguh nelangsa para petani
Suka cita penikmat senja 
akupun mengembara 
Jauhkan langkah dari hiruk pikuk masa lalu 
Berhembuslah angin sejuk
Kembang itu pun merekah 
Aku nikmati saja harumnya 
Namun naas mata teduhmu mencuri pikiranku 

Senyumanmu mudah sekali aku kenali Bagai putik melati yang tumbuh diantara semak belukar Paras cantikmu hanyalah sebuah hiasan kehangatan 
daya pikat bagi para kumbang 
Ah aku terlambat sadar bahwa sebuah efek kimia bernama cinta mulai bereaksi saat tatapanmu tertuju padaku Hai manis peganglah tanganku lalu berjalanlah bersamaku marilah kita ukir sebuah rumus kehagiaan bersamaku.
All Rights Reserved
Sign up to add Waralaba to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku by D_Prayogo
5 parts Complete
semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".
Don't call it love! by ArmayaA
29 parts Complete
Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"
You may also like
Slide 1 of 10
The Velvet in Love ( Selesai ) cover
"ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku cover
Three Targeted Girls!! cover
Because I'm Stupid (End) cover
Don't call it love! cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓ cover
Lost In Love cover
• EUTANASIA • cover
the other side cover

The Velvet in Love ( Selesai )

17 parts Complete

Jika aku mengubur semua kenanganku dan pengharapanku, mungkinkah suatu hari nanti ia akan tumbuh menjadi pohon yang berbatang cinta, beranting rindu, berdahan kasih, berdaun sayang dan berbuah bahagia ?........... Jika itu semua dapat terwujud biarlah ku ku tanam kenangan dan pengharapan itu bersamaan. Agar kelak dapat ku tuai hasilnya dengan senyuman. ~A.S. Syidat