First Romance

First Romance

  • WpView
    Reads 46,267
  • WpVote
    Votes 2,339
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 22, 2019
"Masa kecilku yang bahagia terenggut ketika orangtuaku bercerai dan ayah menikah lagi. Kehidupan yang kelam dan penuh derita selalu menghantui hari-hariku. Tapi, ada satu masa dimana aku merasa dipenuhi senyuman. Itu dimulai ketika cinta pertamaku di SMA. Tapi bukan sebagai siswi melainkan sebagai guru" Seyla Adriani Gunawan
All Rights Reserved
#435
brondong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kia larasati fortuna
  • Back Then, I Was Just A Child!
  • Different
  • Pak Denta Sarange! (On Going)
  • Gadis itu aku, Reyna
  • Irreplaceable First Love
  • ISTRI NDESO MAS CHEF
  • You TOLD Me So

Kia Larasati Fortuna adalah gadis cantik dengan rambut sepunggung yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA mulia, gadis yang selalu ceria dan ramah kepada siapapun. Kia termasuk gadis di SMA itu yang selalu menjadi langganan guru BK karena selalu menggunakan aksesoris yang tidak sesuai dengan ketetapan aturan SMA itu, tetapi meskipun begitu Kia selalu menjadi langganan juara di kelasnya. Itu yang membuat guru-guru di SMA itu heran terhadap Kia, anak yang mempunyai nilai akademik tinggi tetapi sering tidak mengikuti aturan di SMA itu. ********** "Lagi-lagi kamu datangnya selalu mepet kia, coba kamu belajar untuk datang lebih pagi lagi," tegur pak Tono guru Bahasa yang selalu ada di depan gerbang sekolah melihat dan mengawasi siswanya. Pak Tono adalah guru Bahasa Kia yang berusia hampir 50 tahun. Ia terkenal disiplin dalam menjalankan aturan di sekolahnya dan galak jika siswa itu melanggar. Sehingga siswa SMA itu lebih memilih mematuhi aturan ketimbang harus berurusan dengan pak Tono. "Lihat sabuk yang kamu pakai, tali sepatumu, belum lagi rambutmu yang warna coklat itu, pakai baju di keluarkan lagi, ini peringatan terakhir ya buat kamu Kia," tambah bapak yang memakai kacamata itu. "Siap pak, saya gak ngulangin lagi deh. Saya ke kelas dulu ya pak," ujar Kia tersenyum memelas meninggalkan pak Tono yang masih berdiri di depan gerbang sekolah. Dari seberang jendela kelas terlihat sosok mata yang mengaggumi gadis itu, matanya tak henti melihat gerak-gerik gadis cantik itu. *******

More details
WpActionLinkContent Guidelines