Story cover for Nasehat Ibu by PutriDevina28
Nasehat Ibu
  • WpView
    MGA BUMASA 9
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 1
  • WpView
    MGA BUMASA 9
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 1
Ongoing, Unang na-publish Dec 31, 2018
Namaku Rido aku anak terakhir dari dua bersaudara. aku seorang anak yang tidak mengenal sosok ayah sejak kecil ,karena ayah saya meninggal sejak aku kecil, tetapi aku tidak begitu sedih meski tidak mengenal sosok ayah karen aku mempunyai seorang ibu dan kaka yg selalu menyaangiku, terkadang aku pun sering befikir mengapa aku tidak seperti orang lain??? apabila aku selalu melihat ke atas mungkin aku tidak akan pernah tau rasa bersyukur dari situ lah saya belajar untuk bersuyukur dan selalu melihat orang orang yang ada di bawa saya , saya melihat ke atas untuk terinspirasi dan melihat kebawah untuk bersyukur " Look up to be inspired look down to be grateful".

aku sekarang seorang mahasiswa di sebuah univeritas yang dirancang inovatif dab bereputasi riset internasional aku bisa masuk kampus tersebut berkat kerja keras dan doa seorang ibu. ibuku sering berpesan kepadaku
" kuliah yang bener" pesan ibu hanya satu belajar lah menundukan kepala , bertanya  lah kepada siapa saja yang kamu bisa anggap sebagai guru dan contohlah ilmu padi yang semakin ia berisi semakin ia merunduk" itulah  nasehat ibu yang sering diucapkan kepadaku.
All Rights Reserved
Table of contents

1 parte

Sign up to add Nasehat Ibu to your library and receive updates
o
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Tentang Aku ni Ratnasari_Eka
12 parte Kumpleto
Namaku mempunyai banyak makna, tergantung bagaimana orang lain melihatnya dari sudut pandang mereka. Tidak terkecuali bagi orangtuaku. Ayahku memberikan nama dalam Bahasa Sansekerta. "Eka Ratna Sari" itulah namaku. Panggil aku "Eka", atau "Ratna". Kecuali jika sedang dijahili oleh sepupuku, dia meledekku dengan salah satu merk serbuk minuman pereda panas dalam. Kata ayah, namaku berarti : "Anak pertama yang menjadi permata hati untuk kedua orangtuaku" Sebuah doa meski bukan dalam Bahasa Arab. Aku yakin Allah mengerti semua bahasa. Aku lahir sehari setelah R. A. Kartini dilahirkan, namun ditahun '97 Kata orang, aku anak dokter, bukan karena Ayah atau Ibuku berprofesi sebagai seorang dokter. Namun karena sejak kecil aku mudah sakit. Meski begitu, aku tidaklah lemah, Allah Menguatkanku. Aku itu keras kepala, Ibu bilang karena sifat keras kepalaku, aku tumbuh menjadi sosok yang tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Aku hanya wanita biasa dengan cita-cita mengistimewakan orangtuaku. Salah satu hal yg membuatku bahagia adalah ketika melihat orangtuaku dengan bangga tersenyum karena prestasiku. Beberapa orang memberikan julukan "cabe rawit" kepadaku, ini dikarenakan selama 6 tahun masa Sekolah Dasar, aku selalu mendapat rangking 1, meskipun aku tidak menempuh pendidikan Taman Kanak-kanak. Aku kecil dikenal oleh sebagai sosok yang pemalu. Berbeda dengan aku yang beranjak dewasa, aku menjadi sosok yang senang bercerita. Sampai-sampai salah seorang temanku memanggilku dengan sebutan "Nona Kereta Api". Aku adalah salah satu pengagum para Nabi dan Rasul, serta tokoh-tokoh pejuang Islam. Meski aku tidak bisa dikenang oleh banyak orang dari masa ke masa seperti mereka, setidaknya aku berusaha menciptakan kesan baik bagi dunia yang mengenalku. Aku ingin terus hidup dalam ingatan mereka meski kelak aku telah tiada. Caranya? Melalui sebuah usaha yang pantang terhenti dan do'a yang selalu dilangitkan.
SAYAP PUTIH SANG DOKTER CANTIK ni mahira_123
4 mga parte Kumpleto
Kisah seorang anak perempuan yang tumbuh kembang tanpa sosok figur Ayah yang bisa bertahan dengan keadaan keluarga yang berkecukupan, hidup mengandalkan hasil gaji dan pensiunan Bunda beserta Oma nya hingga bisa menjadi dokter sukses di keluarga nya. "BUNDAAAA!! OMAAAA!! DIRA LULUS SBMPTN KEDOKTERAN!!" Teriak Seseorang Hai kenalin nama aku Indira Ayu Pramodhawardhani, aku sering di panggil dengan sebutan Dira. Aku merupakan anak tunggal dari keluarga sederhana, Bunda ku bernama Ayodya Prameswari, dan Ayah ku bernama Purnama Syailendra. Bunda ku bekerja sebagai guru TK dan Ayahku merupakan pebisnis sukses yang bertempatan di suatu perusahaan yang berada di Jakarta, dan aku sendiri sedang menjalani pendidikan kuliah di salah satu Sekolah kesehatan yaitu UNIVERSITAS GADJAH MADA atau biasa di sebut dengan nama UGM. Aku hidup dalam asuhan Bunda dan Oma tanpa ada dekapan seorang Ayah. Mungkin bagi beberapa anak perempuan dengan adanya sosok Ayah merupakan hal yang sangat istimewa dan sangat berarti untuk hidup nya. Tetapi, rasa istimewa itu tidak bisa di rasakan oleh Dira yang merupakan anak semata wayang. Karena, Bunda serta Ayah nya bercerai dengan meninggalkan goresan luka untukku dan Bunda. Bagaimana kelanjutan kisah seorang anak bernama Indira Ayu Pramodhawardhani yang menjadi dokter sukses pertama di keluarga nya, apakah bisa bertahan hidup untuk melangsungkan kehidupan bersama Bunda serta Oma nya? Atau kah harus menyerah dan pasrah dengan keadaan? Ikuti cerita nya di halaman berikutnya! And selamat membaca :)
Don't Talk About Money ni catheryn99
55 parte Kumpleto
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 6
nostalgia SMA kita cover
Tentang Aku cover
SAYAP PUTIH SANG DOKTER CANTIK cover
TAK TERLIHAT TAPI ADA (ONE SHOOT SHANCHRIS)  cover
Don't Talk About Money cover
  TUNGGU PERUBAHAN DARI DIRI KU [completed] cover

nostalgia SMA kita

10 parte Kumpleto

"kringggggg...."dering bel pulang sekolah sudah berbunyi... "baiklah anak anak...besok sebelum jam pelajaran ibu dimulai,tugas hari ini harus selesai dan ditumpuk di meja ibu ya..ibu tidak mau pagi pagi banyak anak yang mengerjakan tugas di sekolah"begitulah kalimat yang terucap dari bibir guru matematika ku bu qorina.Setelah berdoa lalu guru matematika itu keluar kelas kemudian disusul teman temanku keluar kelas secara berhamburan seperti semut yang keluar dari sangkar nya di tambah lagi murid dari kelas lain yang sudah tdk sabar untuk segera pulang. kebiasaanku tidak seperti mereka yang seakan lomba untuk keluar kelas menuju parkiran duluan...aku santai dulu dan menunggu keadaan agak sepi baru aku beranjak dari kursi ku lalu keluar kelas dan menuju keluar sekolah oya,aku adalah murid baru kelas X(10) di SMAN cukup ternama di kotaku,aku belum begitu punya banyak kenalan atau teman karna memang aku sendiri agak susah untuk berbaur dengan yang lainya.