Bread Talk (End)

Bread Talk (End)

  • WpView
    Reads 21,929
  • WpVote
    Votes 1,663
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
"Hans, kenapa kesannya terburu-buru gini sih, kita kan masih muda," "Usia kita sudah lebih dari pada cukup untuk menjadi alasan pernikahan mendadak ini. Oh ya, sebentar aku luruskan. Sebenarnya ini tidak bisa dibilang pernikahan mendadak karena rencana ini sudah kami putuskan sejak tiga bulan lalu," kata Hans santai. Shashi sudah tidak tahan lagi, permainan macam apa lagi ini. Mereka merencanakan pernikahannya dengan Hans sejak tiga bulan yang lalu. Tidak seorang pun memberitahunya kalau dia dan Hans telah dijodohkan. Apa mereka tidak menghargai perasaan Shashi. Air mata yang sejak tadi ditahannya tumpah juga. Hans tersenyum seolah mengejek saat mengetahui bahwa Shashi menangis. "Why? Jangan drama queen, kenapa nangis coba? kamu nggak mau kita menikah, kamu punya calon lain? Kalau memang ada calon, aku bakal lepasin kamu, Sha. Tapi, kalau kamu nggak ada calon, kita tidak akan membatalkan pernikahan ini. Biar aku menjaga kamu sampai tiba saatnya bertemu dengan soulmate kamu. Aku janji bakal ceraikan kamu seandainya kamu jatuh cinta dengan cowok lain." Hans meraih tangan Shashi dan menggenggamnya erat. "Pernikahan bukan permainan, Hans. Menikah itu sekali untuk seumur hidup," protes Shashi. Dia menarik kasar tangannya.
All Rights Reserved
#55
huangzitao
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines