Girls Love

Girls Love

  • WpView
    Reads 529
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 7, 2019
Disini ku masih terdiam, terdiam menanti keyakinan.Yakinkah aku dengan rasa ini?Jujur masih kuragukan, jujur masih kutakutkan. Ini seharusnya salah, salah besar malah.Tapi mengapa hatiku selalu menagih, menagih agar rasa ini terpenuhi.. Dan disinilah kumasih merenungkan salahkah aku memiliki cinta. Cinta yang kutujukan kepada orang yang salah, karena mencintai seorang yang sama -Re Aku tahu ini salah, karena merasakan hal yang sama sepertimu.. Tapi biarlah rasa ini kupelihara, sebab ada kenyamanan apabila kubersamamu.. Dan yakinlah, yakinlah apabila kau memang cinta. Jangan ragu untuk mencintaiku, karena ku mencintaimu.. Genggam tanganku agar kau selalu percaya bahwa jemariku akan selalu tersemat disela jarimu.. -Keyla
All Rights Reserved
#835
gxg
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Standing With You (gxg) (completed)
  • You're Here, But Not For Me
  • About Me✓
  • Heart Waiting For You
  • Relationshit (Completed)
  • Soal Rasa 2
  • Can I HOOP your Love? (GxG) (COMPLETED)
  • Aku Kamu Dan Dia
  • Kamu [SELESAI]✔

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines