Semesta Berkata

Semesta Berkata

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 1, 2019
Kalau semesta sudah berkata, yang perlu manusia lakukan hanyalah menurutinya tanpa mampu mengubahnya. Semenjak itu, setelah kejadian insiden itu. Yang mana, jatuh terhadap lubang yang sama itu sudah terjadi tiga kali. Sosok gadis periang itu merubah hidupnya. Dunianya terasa hampa. Terkadang ia berfikir, bahwa bumi sudah tidak menyayanginya. Semesta seakan marah dengan sikapnya yang terlalu egois untuk mencintai seseorang. Namun, satu tekadnya "Ia percaya bahwan Tuhan selalu ingin dia bahagia". Tuhan itu maha baik. Ia tidak mungkin membiarkan ciptaanya itu larut pada kesedihan.
All Rights Reserved
#115
laugh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Epiphany [Completed]
  • Evanescent [END]✓
  • I'm Alessa
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • HIDDEN I (The End)
  • AURORA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Benalu [Terbit]
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines