Semesta Berkata

Semesta Berkata

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 1, 2019
Kalau semesta sudah berkata, yang perlu manusia lakukan hanyalah menurutinya tanpa mampu mengubahnya. Semenjak itu, setelah kejadian insiden itu. Yang mana, jatuh terhadap lubang yang sama itu sudah terjadi tiga kali. Sosok gadis periang itu merubah hidupnya. Dunianya terasa hampa. Terkadang ia berfikir, bahwa bumi sudah tidak menyayanginya. Semesta seakan marah dengan sikapnya yang terlalu egois untuk mencintai seseorang. Namun, satu tekadnya "Ia percaya bahwan Tuhan selalu ingin dia bahagia". Tuhan itu maha baik. Ia tidak mungkin membiarkan ciptaanya itu larut pada kesedihan.
All Rights Reserved
#200
laugh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • EVIDEN (Republish)
  • Kalevi
  • Nathalea
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Surat Dari Isi Hati Arluna (End)
  • PAIN (TERBIT) ✔
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • AURORA

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines