Bagi sosok Renjana Kalila Pratista, menulis bukan sekedar hobbynya. Tapi suara yang tidak bisa ia teriaki, kepada siapapun tanpa ampun. Jika dulu, ia hanya mempunyai kriteria pasangan yang sebagaimana mestinya. Namun, pada awal yang baru ini Jana-- panggilannya, bukan hanya mencari yang semestinya. Ia ingin menemukan sosok yang menjadi telinga kedua baginya, yang memahami diksinya, memperbaiki bukan menghardik apalagi sekedar membaca. Karena kali ini, Jana sadar. Ia butuh bukan hanya untuk sandaran, bukan hanya yang menerimanya apa adanya, tapi yang mau mencintai karya-karyanya dan menemani Jana dalam menyelami para hobbynya.
Tepat di waktu yang bergulir lampau, Jana belum memahami kemauan hatinya itu. Yang ia cari, hanya sosok pengalihan yang dapat membuat ia lupa akan satu kenangan. Satu-satunya terkasih yang ia anggap, Alterio Manggala.
Tanpa sadar, bukan hanya menyakiti atau meninggalkan. Tapi membuat Jana menumbuhkan sosok-sosok kenangan yang bernama ingatan.
Atau, semua itu kutukan? Seperti yang diungkapkan salah satu sahabatnya, Aretina Madaharsa. Bahkan mungkin, seluruh sahabatnya mengakui kutukan tersebut. Karena grup yang mereka namai menjadi doa?
welcome my story><
📌 Jangan lupa Follow sebelum membaca
📌Jangan lupa Vote and komen
🍀🍀🍀
"Kenapa semuanya pergi!" Gadis itu berhenti berlari. Hujan masih saja membasahi bumi.
"Gue cape! Gue cape, jika harus berpura-pura kuat hiks hiks." Gadis itu masih saja menangis, air matanya terbawa oleh rintikan air hujan.
Seseorang yang terlihat ceria belum tentu dia bahagia. Bisa saja ada luka yang bersembunyi dibalik senyum itu.
Bagaimana sikap kalian saat keluarga kalian tak menganggap mu?
Persahabatan yang mulai merengegang, bahkan orang yang dijadikan sandaran pun telah pergi untuk selamanya.
Akankah dia bisa bertahan?
Atau bahkan memilih menyerah saja dengan takdir?
selamat membaca')
🍀🍀🍀
cerita fizya yang dulu sama di aku hapus karena menurut aku ceritanya kurang baik. Tetapi memang disetiap karya pasti ada kekurangannya . Termasuk karya aku ini:)
Start: 18 april 2020