Jeritan Aksara

Jeritan Aksara

  • WpView
    Reads 1,300
  • WpVote
    Votes 185
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2023
Kumpulan kata syahdu dengan alunan melodi indah yang bersatu padu merangkai keterikatan jiwa. Jiwa dapat menutupi keberadaan cinta, menjaga dalam suatu keterdiaman. Adalah sebuah rasa yang berada dalam realita namun tak terlihat oleh mata, tak dapat digenggam, tak diketahui wujudnya. Ia dapat memunculkan sebuah keterlukaan. Luka yang dapat meninggalkan jejak keegoisan semata dan kehancuran kepingan-kepingan hati. Padahal, Tuhan menciptakan gelombang keharmonisan yang berwarna dalam penyederhanaan cinta itu, sebagai ragam caraNya memberi kesempatan kepada kita mempelajari arti kebahagiaan sejati.
All Rights Reserved
#816
prosa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • LEBUR JIWA [Lengkap]
  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • Kumpulan Puisi Inspiratif
  • Lelaki Berdada (Ketika Cinta Tak Direstui Tuhan)
  • Lembut Seperti Doa
  • di akhir perang
  • KITA
  • Sasmita Nivriti
  • Rangkaian Kata (Completed)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines