Renjana

Renjana

  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jan 6, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
COVER BY : @HYNITAA Semesta ingin aku berdamai dengan masa lalu, tetapi ia justru hanya menorehkan luka yang takkan pernah terhapus oleh waktu. Yang membuatku semakin benci dan hanya menambah rasa kecewa. Ajari aku, kawan. Bagaimana caranya merelakan tanpa harus merasakan sakit yang berkepanjangan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#555
kecewa
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LENGKARA
  • Sheina (Terbit)
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • TURNING 20!!!
  • REGRET [END]
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Waktu?
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • SIRNA [TERBIT] ✔
  • Rainie ( END )
LENGKARA

Tolong matikan saja aku. Aku sudah muak dengan dunia. untuk apa hidup, jika hati sudah lama mati. Kane Navulia Chrysander. Aku tidak meminta banyak pada dunia. Hanya bahagia. Tapi kenapa aku tidak mampu punya? Larissa Siofra Hysteria. *** Fra dan Kane sengaja di pertemukan takdir untuk mencari bahagia yang hilang. Saling terluka dari cerita yang berbeda. Di dewasakan oleh luka. Mereka menarik simpul yang sama bahwa bahagia adalah bentuk lengkara untuk mereka punya. Dua sudut pandang semesta mendewasakan manusia karena luka. Kane yang berasal dari latar belakang broken home, yang kelahirannya ke bumi dianggap kesialan. Dan Fra yang berasal dari keluarga yang utuh tapi hampir runtuh, secara fisik keluarganya bersama namun secara hati keluarganya bercerai, kabar bahagianya Fra adalah anak tengah, selalu salah dan mengalah. Keduanya hampir mati, jika semesta tidak cepat mempertemukan mereka. **** LENGKARA bercerita tentang dua anak manusia yang di pertemukan karena luka yang hampir sama. Nyaris ingin menyerah. Bersama melalui ruang gelap mereka mencari terang. Tenang yang tak kunjung datang, keduanya ingin pulang. *** Siapkan hati kamu dalam membaca LENGKARA. Jangan lupa sedia tissue, jika kamu tidak menangis dari awal sampai akhir saat membacanya, berarti ada yang salah dengan hati mu. Selamat datang, dan bertamu lah dengan senyum yang tenang. Jangan tersesat, ingat kamu hanya tamu, aku hanya mengingatkan, barangkali kamu akan lupa jalan pulang jika sudah terlalu nyaman.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan