We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dialog
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Kalimat-kalimat yang kutuliskan disini, sebagian besar adalah bentuk pertengkaran hati dengan diri sendiri. Ketika keliru antara salah dan benar, maupun ragu untuk menolak atau menerima. Ketika diri perlu dinasihati oleh semesta, atau pun saat hati merindukan desiran pantai ombak dan anginnya yang menyejukkan, serta hati yang menahan dahaga karena perlu pengingat dan nasihat. Nasihati aku ketika keliru, jangan biarkan aku terjerembap dan terjebak dalam ruang yang gelap gulita. Dialog ini adalah percakapan melewati udara antara hati dengan diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MARI TELANJANGI SEMUA LUKA
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Home?
  • PERLINA

Kita sama-sama lelah membungkus mata dengan langit senja dari negeri khayalan. Bibir kita sama-sama muak mencecap permen kapas yang telah basi. Aku, kamu. Mari kita telanjangi sakitnya. Sampai hati dan tubuh kita mampus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines