SABDA CINTA [END]

SABDA CINTA [END]

  • WpView
    Leituras 7,820
  • WpVote
    Votos 401
  • WpPart
    Capítulos 37
WpMetadataReadConcluída qua, jan 8, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Hanin membelalakkan matanya mendengar penuturan Nadia, jantungnya seakan memompa lebih cepat. Gadis itu tiba-tiba berubah jadi kaku. Namun Nadia malah terkekeh senang. Entah apa yang membuat perempuan paruh baya itu demikian. Hanin melirik Fadhlan sekilas. Raut wajahnya datar dan pemuda itu juga terlihat santai. Tenang Hanin. Ini cuma candaan Ibu-ibu. Batinnya.
Todos os Direitos Reservados
#851
menikah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Waiting For You [TAMAT]
  • Intuisiku (Completed)
  • CAHAYA
  • The Prince's Curse
  • NUDE
  • DEWA & GHIA [END]
  • Hanan & Hanin {End}
  • Hidayah di Secangkir Wine ✔
  • The Bad Boy And Cupu Girl ✨THE END✨

Tidak sabaran, Nadir langsung saja mengajak Argi menjalin suatu hubungan; pacaran. Sialnya, ia ditolak, sebab bentuk tubuhnya yang bulat seperti bola, juga wajahnya yang penuh dengan jerawat seperti daun jambu yang Argi lihat di rumah temannya, dan lagi, kulit Nadir yang kusam sehingga ia terlihat dekil. Sakit hati, sudah pasti. Nadir pun berusaha keras untuk merubah dirinya. Bak ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu indah, itulah Nadir. Semua orang takjub akan perubahannya, tetapi tidak dengan Argi. Kali kedua Nadir mengajak Argi berpacaran, kali kedua pula ia ditolak. "Kamu pikir cantik aja cukup?" Nadir tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan. Ia sudah berusaha menurunkan berat badannya, serta merawat tubuh dan juga wajahnya. Argi masih mengatakan bahwa itu tidak cukup, padahal alasan ia di tolak sebelumnya ialah karena ia gendut dan jerawatan. Nadir tidak menyerah dan terus melakukan usaha untuk mendapatkan Argi, namun lagi-lagi pria itu tidak bisa mencintainya, hingga Nadira menyuruh ibunya untuk menjodohkannya dengan Argi di masa depan. Akankah perjodohan itu terjadi? Nadir terus menunggu. [ DILARANG MENJIPLAK CERITA INI! CERITA INI MURNI DARI PEMIKIRAN PENULIS SENDIRI.]

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo