menuju HALAL
  • WpView
    Reads 2,273
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 8, 2019
Semua berawal dari rasa sakit. Sejak kepergian seorang pria berwajah tampan, rasanya ingin sekali ku mengedit jalan hidupku. pria itu bernama Fian. Fian hadir selama 2 tahun lalu pergi begitu saja. Hidupku hancur..sangat hancur, sampai hari-hari ku habiskan hanya dengan mengurung diri didalam kamar. Namun, kehadiran pria soleh merubah hidupku. Bukan hanya soleh, namun ia juga tidak kalah tampan dengan ketampanan yang Fian miliki. Ia memiliki tubuh yang tinggi, putih, dan sangat ideal untuk level anak SMA. syuttt! Dia sangat cool, bahkan suaranya pun saja sangat indah. Ya, aku menyukainya, sungguh beruntung diriku ini. Ia menatapku dengan senyum khasnya sampai sampai aku ikut manatapnya juga. Namun aku yang sedang asik memakan nasi yang ku kemas dari rumah langsung memalingkan pandangan karna aku sadar nasinya ini lebih enak dibanding menatap pria yang tidak aku kenal sama sekali. Siapa namanya? inilah awal pertemuan yang memekarkan satu bunga kecil didalam hatiku. (Update sehari dua kali ya jika tidak sibuk)
All Rights Reserved
#284
kasihsayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • iL Legame (tamat)
  • Aslan, Are you my last love?
  • Cinta di Atap SMA
  • FazaFania (SELESAI)
  • Ego Cinta
  • East sky first love
  • Bandung, Aku, dan Cinta yang Tak Tuntas
  • KEMBALI
  • Dua Jejak (novel teaser)

Aku nggak pernah menyangka-bahwa setelah bertahun-tahun menikah dengan Dinda, perempuan yang tumbuh bersamaku dalam suka dan luka, hatiku justru bergetar oleh hadirnya Arunika, seorang wanita yang usianya delapan tahun lebih muda dariku. Dan aku? Terjebak di antara rasa bersalah dan perasaan yang tak pernah kuminta hadir. Awalnya kupikir itu cuma jeda sejenak dari lelahnya hidup. Tapi perasaan itu tumbuh diam-diam, mengakar, dan mulai mengguncang segala yang kukira telah mapan. Arunika datang sebagai angin segar, tapi juga badai yang memporak-porandakan rumahku sendiri. Lalu waktu berjalan. Arunika pergi. Dan aku kembali berhadapan dengan Dinda-perempuan yang tidak hanya ditinggal, tapi juga dikhianati. Kami belajar berdamai, meski dengan luka yang belum kering. Tapi ketika aku mulai ingin mencintainya lagi, semesta seperti menguji: hadir sosok lelaki lain yang mulai mengisi ruang yang dulu penuh dengan namaku. Ini bukan kisah tentang siapa yang paling mencinta. Tapi tentang siapa yang memilih tetap tinggal, bahkan setelah semuanya hampir runtuh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines