We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Move On
  • WpView
    Reads 900
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 29, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aqila Saqueena Humaira. Ketika takdir tak berpihak padanya dan memaksanya untuk melupakan seseorang yang ia cinta. Dan saat Aqila merasa tak ingin lagi mengenal 'cinta', justru seseorang yang tak pernah ia duga sebelumnya datang ke dalam kehidupannya dan mengenalkan arti 'cinta' yang sebenarnya. Namun Aqila bingung dengan perasaannya sendiri antara memilih sahabatnya atau memperjuangkan rasa cintanya? Apakah yang harus ia lakukan? mempertahankan persahabatanNya? Atau mungkin menghilangkan rasa Cintanya? move on? itu kah jawabannya? ●●● Jangan lupa untuk follow, vote and komen guys
All Rights Reserved
#844
relationship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • ARIEANNA
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • HaluNatasha
  • Different Way
  • ALESYA (END)
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Don't Touch✅
  • Jatuh Hati Patah Lagi [ COMPLETED ]

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines