Inilah Aku

Inilah Aku

  • WpView
    LECTURES 159
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juil. 13, 2023
Cerita kehidupan seseorang yang bernama Gia Natania Hans. Hidup dilingkungan yang berisi orang orang yang dianggapnya kejam. Difitnah oleh ibu tirinya sudah menjadi rutinitasnya. Tak luput dari tamparan sang ayah kandungnya sendiri. Terlebih lagi saudara tirinya itu yang sangat menjengkelkan. "Dasar kamu ini kemana aja jam segini baru pulang. Tidak tau sopan santun"ujar Ira Maurel Hans ibu tiri Gia. "Habis dari mana kamu hah! ga lihat sekarang jam berapa? contoh saudara kamu itu selalu sopan pada orang tua"tambah Rio Nandio Hans ayah kandungnya sendiri "Gue ga pake jam. Dan tadi lo bilang gue harus contoh anak lo yang itu? Hahahh... lo ga tau ajah sifat dia sama ibu nya! Dasar wanita ular lo berdua"ucap Gia marah Plakk.... Rio menampar Gia hingga sudut bibirnya berdarah. Sedangkan Ira dan anaknya, Miska Ashila Hans tertawa senang. "Rasain lo"sinis Miska Hai guyss 😋 Ayo bacaaaa!!! Ini cerita kedua aku yahh😁
Tous Droits Réservés
#136
ibutiri
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Markxelio
  • Gardenia | END
  • ARIANA ( Lengkap )
  • Cahaya [COMPLETED]
  • NADIRAEFAL
  • Strong Girl Michella (END)
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • RAGARA [ on going ]
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu