Wieczna Cisza

Wieczna Cisza

  • WpView
    LECTURAS 267
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 1, 2019
WpInfo
No ficción
Prolog Aku sungguh takut,,,rasanya aku ingin mati saja Aku sudah lelah,jenuh,bosan dengan kehidupanku yang selalu diselimuti penderitaan dan kesunyian Tiap malam wajah ku selalu basah karna air mataku yang mengalir tanpa henti Sampai kapan aku harus begini terus? Tak bisakah sekali saja aku mendapatkan kebahagiaan yang aku impikan? Untuk apa aku lahir didunia ini bila aku hanya hidup dalam kesunyian yang abadi Lebih baik aku tak perlu hadir dalam dunia kejam ini , agar aku tak pernah tau apa itu rasanya kecewa atau pun bahagia Biarkan aku hidup dalam kehampaan dan kekosongan , hidup dalam kedamaian dan ketentraman walau hidup tanpa bisa merasakan apapun Aku membenci diriku sendiri yang lemah ini,aku merasa tak berguna Aku bertanya-tanya apabila suatu saat nanti ajal tiba menjemputku,aku akan meninggal seperti apa? Akankah orang-orang disekitar ku menangisi kematian ku..atau justru mereka akan sangat bahagia bila aku telah tiada.. Hmm tapi bagiku itu sama saja mau mereka menangis atau bahagia , tak ada yang berubah.. Akankah aku mampu bertahan didunia kejam ini , lalu mendapatkan kebahagiaan yang aku impikan? Atau kah aku akan gugur sebelum aku mendapatkan kebahagian yang aku impikan?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • 𝓐𝓴𝓾 𝓢𝓮𝓵𝓪𝓵𝓾 𝓜𝓮𝓶𝓪𝓷𝓭𝓪𝓷𝓰 𝓛𝓪𝓷𝓰𝓲𝓽 𝓑𝓲𝓻𝓾 𝓘𝓽𝓾
  • Bangles Rater
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Hanya karena itu kalian membenciku? [Boboiboy Taufan Sad] |Complete
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido