Merindu
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2020
Kadang kita berfikir orang lain itu terlalu bahagia, dan Tuhan tidak pernah adil karna tidak memberikan kebahagiaan kepada kita.setiap orang pasti punya kesakitan, kesulitan terlebih dahulu hingga saatnya ia bisa merasakan kebahagia. Mungkin saat ini hidupku terasa hampa, penuh duka, dan seakan hidupku tiada arti. Semenjak kau tiada lagi di sini. Kehilangan, itulah yg kurasa. Aku terlalu membencimu. Tapi lebih tepatnya aku rindu padamu. Tuhan aku ingin kau hilangkan perasaan rinduku padanya. Aku harus hidup, aku harus bahagia walau tampa kamu. Hidupku terlalu berharga untuk menangisi kamu. "Na lo harus bangkit, lo ga boleh Lemah kayak gini.. lo ga pantes, lo pantes bahagia na. Lo liat diri lo yg sekarang, lo udah kayak mayat hidup." Tapi yang ia tanyakan tidak merespon ucapan sahabatnya itu, ia hanya meringis membayangkan kehidupannya. "Lo benerin tan, gue udah terlalu lama meratapi nasib ini. Gue udah mutusin..?".. "Bahasa lo na, emang lo mutusin apa na, jangan bilang lo mau mati" potong intan sahabat deana. Yang selalu ada untuknya. "Elaah ni anak, lo doain gue mati..gue tu udah mutusin.... buat.... bahagia.gue udah sadar tan. Hidup gue terlalu berharga." Penasaran kan kelanjutannya.dan buat kalian yg baca please ini cerita pertama aku. Ada sih cerita lain tapi aku udah lupa kata sandi nya.. jadi buat yg baca 🙏 mohon bersabar. Kalo ada bahasa yg masi kaku.. eheheh 😘😘 Happy Reading guysi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Unforgettable
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Cerita Tentang Kita
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ALEYA~~
  • You're Here, But Not For Me
  • Full Of Scratches

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines