Story cover for Untaian Kata by febbickaa
Untaian Kata
  • WpView
    LECTURES 699
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Chapitres 20
  • WpView
    LECTURES 699
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Chapitres 20
Terminé, Publié initialement janv. 03, 2019
Hayy! Ini kumpulan beberapa kata, puisi dan dialog2 untuk pecinta sastra. Mmm belum bisa dibilang sastra juga sii karena aku masih belajar:" kata-katanya juga ga terlalu indah sii dan mungkin membuat kalian bingung😅
Hehe sorry, ini cuma tulisan-tulisan unfaedah ko😂



Yuk baca yuk😆
Jangan lupa vote, jadi aku bisa lebih semangat lagi😂
Jan lupaaa saran dan comment nya juga😂


Happy reading!!💗
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Untaian Kata à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#297single
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Air Mata Cinta, écrit par Ratoesyaqieb
8 chapitres Terminé Contenu pour adultes
بسم الله الر حمن الرحيم.. ini cerita pertamaku, jadi mohon maaf bila ada kata dan penulisan yg tidak tepat, masih dalam tahap belajar silahkan kasih saran dan kritik ya. saya bukan penulis hanya punya hobi,, bagi saya membuat tulisan dalam bentuk cerita lalu cerita saya dinikmati banyak pembaca adalah kesenangan tersendiri, saya selalu berharap tulisan saya mampu membuat pembaca hidup di dalamnya, karena bila pembaca larut dalam alur cerita yang saya buat ,merasakan bahagia, marah, sedih ,bahkan menangis adalah bentuk prestasi bagi saya . selamat membaca.... "aku tidak tahu jalan hidup akan begitu rumitnya, setelah kehilangan menerpaku semuanya terasa hancur. namun, aku percaya allah tidak akan membiarkanku seorang diri menghadapinya, selalu ada Fajar setelah gelap dan selalu ada tawa setelah kesedihan. aku perlu mengingatkan hatiku lgi,, " bahwa bahagia dan duka itu datangnya satu paket. kamu tidak akan merasakan bahagia sebelum tahu apa itu duka. dan jangan terlena akan rasa bahagia karna bisa jadi esok kau akan merasakan duka". Aku harus mengikhlaskan sekaligus mendukung perjodohan mereka. Iya,,dia yang salah satu nya adalah seseorang yang sangat aku cintai, nama laki-laki yang mungkin sudah terbentang luas di angkasa karna aku mendo'akan nya tak lekang oleh waktu, disetiap sholat fardhu dan sunnah roatibku. Meski namanya menjadi candu dalam do'aku. Namun, Allah punya rencana dan kehendak lain. oh Allah,, jika mencintai semudah membalikan telapak tangan. kenapa melupakan itu pilu dan melelahkan? jika Cinta itu mengikhlaskan. mengapa masih begitu sakit ? ya Rabb, jaga hatiku untuk ia yang sedang menunggu kehadiranku dan yg mampu menjaganya. pertemukan kami disaat kami siap untuk saling berbagi. yakinkan hatiku untuk siap jatuh Cinta lagi bukan untuk patah lagi ". ~ Air Mata Cinta ~ #pesantren
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 8
Ruang Kosong di Antara Jingga cover
KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh) cover
Perihku Ditinggalkan cover
Air Mata Cinta cover
Menanti dalam istiqomah  cover
Sweet Dream cover
Can You Give Me One More Chanche  cover
Diam cover

Ruang Kosong di Antara Jingga

41 chapitres Terminé

Dalam buku ini, kita menemukan potret paling sempurna dari kita, seperti melihat kembali album kenangan yang takkan pudar. Walau waktu terus berputar, di antara halaman-halaman ini, kita masih bisa merasakan getaran kebersamaan yang takkan hilang. Dan dalam setiap belahan kata, dalam setiap kalimat, aku masih ingat semuanya - setiap momen, setiap tempat, dan terutama, setiap detik di antara jingga senja yang begitu berarti bagi kita. Aku ingin mengajak pembaca untuk merenung, merasakan, dan meresapi setiap momen yang ada dalam hidup. Dalam ketenangan dan keheningan, novel ini mengajarkan tentang makna cinta, keberanian untuk melepaskan, dan keajaiban peralihan dalam hidup. Aku ingin memberikan pengalaman membaca yang mendalam tentang arti cinta, harapan, dan momen-momen peralihan yang membentuk kehidupan. Semoga novel ini akan menjadi perjalanan yang tak terlupakan di dalam keindahan senja dan keheningan jiwa. Kisah cinta yang tak kesampaian, impian yang tertunda, dan rahasia yang tersembunyi, semuanya tercipta dalam "Ruang Kosong di Antara Jingga"