Changed

Changed

  • WpView
    Прочтений 385
  • WpVote
    Голосов 46
  • WpPart
    Частей 11
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published птн, апр. 26, 2019
Laki-laki itu sudah mengangkat tangan hendak mencegahnya tapi gadis itu sudah berlari. "Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua." (HR. Ahmad)" Untuk sepersekian detik dia terpaku. "Perempuan memang sejatinya lemah lembut. Namun, dengan kuasa Allah mampu menahan sakitnya melahirkan padahal itu setara seperti 20 tulang rusuk yang dipatahkan secara bersamaan.." Rahila Ainul Mardiah Salah satu ujian terberat muslimah adalah soal hati, ujian cinta berujung pula kemantapan iman di hati. Akankah ia sanggup melewatinya?
Все права сохранены
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Qanita
  • Sebening Cinta
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Saya Mencintaimu Karena Allah [Sudah Terbit]
  • Pilihan Allah Pasti Yang Terbaik
  • Diam Yang Terpilih
  • Tunduknya Senyuman
  • [1] Mahabbah di Tepi Zuhur [Sudah Terbit]
  • Imam dari Sepertiga Malam
Qanita

"Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Kita jalan masing-masing dan jangan ganggu aku lagi!" Qanita Zaura Nindya, gadis berusia 20 tahun itu mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Qanita berusaha untuk mencerna setiap kata yang baru saja ia dengar. Apakah itu hanya ilusi? Seseorang yang dulu sangat mencintainya dan selalu bersamanya, kini dengan santai mengucapkan kata perpisahan. "Dit, aku bisa jelasin semuanya. Apa yang kamu lihat ini salah." Qanita berusaha untuk mencegah langkah lelaki itu sekuat tenaga, tentu dengan air mata yang tidak bisa berhenti keluar dari pelupuk mata. "Raditya Evansyah. Aku mencintaimu!" Suara Qanita begitu lantang mengucapkan kata cinta kepada lelaki yang kini meninggalkannya. Namun lelaki itu tidak memedulikannya sama sekali, ia terus berjalan tanpa beban. Pantaskah Qanita menangisi lelaki seperti itu? Pantaskah dia mempertahankan cinta yang hanya menimbulkan luka? Saat Qanita sudah hancur, semua yang ada di angannya pun hilang, lenyap begitu saja. Bagai mimpi tapi ini nyata! Kepingan indah kini berserakan tak ada harganya, bagaimana Qanita bisa menyatukan kembali mimpi itu dalam genggaman rida Allah. Hancur adalah titik paling menyakitkan dalam hidup! Sertakan sumber jika ingin mengutip tulisan sederhana ini. -Allah Maha Melihat- Start 17 November 2019 Finish --

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту