A Lesson

A Lesson

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 6, 2019
Pernah nggak pertama kali jatuh cinta, kemudian di patahkan begitu saja? Aku pernah. Oke, seperti pesawat kertas yang di terbangkan kemudian terhempas, atau seperti layang-layang yang diulur, kemudian diputuskan. Apakah aku menangis? Nggak deh. Rugi. Tapi kemudian satu prinsip jahat muncul diotakku "One Man Hurt Me, I Hurt All Men-Satu Orang Laki-laki Menyakiti Saya, Saya Menyakiti Semua Laki-laki" ya, kira-kira seperti itu.. Tapi sayang aku memang cewek yang egois, sehingga ujung-ujungnya aku harus menerima pembelajaran paling menyedihkan seumur hidupku...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penantian
  • Sekeping Hati Yang Tertinggal.
  • Ternyata, kamu.. | ✓
  • First Love
  • Kumpulan Oneshot
  • The Story
Penantian

Kisah cinta di masa SMA ketika seorang gadis yang dipertemukan dengan anak laki-laki yang mampu membuatnya jatuh hati. Entah karena apa, ia begitu mudah menjatuhkan hatinya kepada laki-laki itu walaupun ia harus memendam perasaannya. "Oh oke. Sebelumnya gue mau tanya boleh?" "Boleh." "Kenapa lo kalau ngomong sama gue gak berani natap gue? Emang gue jelek ya? Atau lo kesel sama gue?" "Ha? Enggak. Biasa aja," "Oh ya?" "I-iya." "Oke. Kalau gitu lo tatap gue selama lima detik." "Buat apa?" "Buat buktiin lo kesel sama gue apa enggak." "Gue gak kesel sama lo Dev. Mending lo ke kantin aja." "Tuh kan lo kesel sama gue." "Enggak Dev." "Yaudah kita tatap-tatapan." "Oke." "Oke. Udah lima detik. Lo biasa aja, gue ke kantin dulu kalau gitu." (Belum Revisi)

More details
WpActionLinkContent Guidelines