Pernah nggak pertama kali jatuh cinta, kemudian di patahkan begitu saja? Aku pernah. Oke, seperti pesawat kertas yang di terbangkan kemudian terhempas, atau seperti layang-layang yang diulur, kemudian diputuskan. Apakah aku menangis? Nggak deh. Rugi. Tapi kemudian satu prinsip jahat muncul diotakku "One Man Hurt Me, I Hurt All Men-Satu Orang Laki-laki Menyakiti Saya, Saya Menyakiti Semua Laki-laki" ya, kira-kira seperti itu..
Tapi sayang aku memang cewek yang egois, sehingga ujung-ujungnya aku harus menerima pembelajaran paling menyedihkan seumur hidupku...
Cinta pertama? Bukan.
Tapi dia satu-satunya yang membuatku merasa seperti milik seseorang-sepenuhnya.
Om Reza. Sahabat ayahku.
Pria yang menjagaku sejak kecil... sambil diam-diam mengikatku pelan-pelan.
"Kamu milikku, Naya. Sejak dulu. Sampai akhir."
Aku tahu aku harus lari.
Tapi bagaimana kalau yang kucintai adalah penjaraku sendiri?