Quietly

Quietly

  • WpView
    Membaca 61
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 8, 2019
[est. 190119] - Tak terasa sudah beribu malam Erin menyimpan perasaannya, yang terus menggebu meminta kepastian namun justru malu menyatakan. Erin tidak meminta lebih dari Gana yang tidak pernah menganggapnya. Teman, singkatnya. Erin selalu bertanya pada dirinya, apa benar jika cintanya hanya untuk Gana? Bahkan dirinya saja memegang teguh perasaannya sendiri, perihal luka lama mungkin belum kering lantas Erin harus menerima luka baru. Tidak ada yang bisa menebak perasaan seseorang, bahkan dengan diri mereka sendiri. Sama halnya dengan Erin.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#72
teater
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Overdramatic (END)
  • Too Late To Realize (END)
  • love at first sight?
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • Zafio (END)
  • JANUARGHA
  • Aderaga [ON GOING]
  • GRIZLEN {On Going}
  • [END] Blind Rainbow

"Kamu minum berapa gelas sih? Mulut kamu bau banget tau nggak?" Cakra bertanya dengan satu tangan yang menutupi hidung dan mulutnya. Dahinya berkenyit bingung. "Jalan sama gue dulu, baru gue bakal jawab gue minum berapa," jawab Inez ngawur. Hal itu semakin membuat Cakra gemas sendiri karena cewek itu terus saja membahas persoalan yang sangat sensitif ditelinga Cakra. "Nggak jadi nanya!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan