Story cover for Sepercik Doa Cinta by UmmuQaisarah
Sepercik Doa Cinta
  • WpView
    LECTURAS 43,740
  • WpVote
    Votos 1,977
  • WpPart
    Partes 13
  • WpView
    LECTURAS 43,740
  • WpVote
    Votos 1,977
  • WpPart
    Partes 13
Continúa, Has publicado ene 03, 2019
Cinta itu tidak selamanya akan terbalas.

Aku cukup tahu akan hal itu. Oleh karenanya, aku memendam rasa padanya hingga 9 tahun. Tanpa diketahui siapapun.

Aku cukup sadar diri, gadis yang selalu membuat jantung ini berdebar tidak akan pernah membalas rasaku. Namun, tidak apa. Karena memilikinya sudah cukup untukku. Meski hanya pernikahan tanpa cinta.

Ya. Pernikahan tanpa cinta. Dia menikah denganku hanya untuk menjadi salah satu ahli waris ayahnya. 

Menyedihkan sekali, bukan? 

Tapi tak apa.

Karena melihatnya setiap hari adalah kebahagiaan tersendiri untukku hingga bisa melupakan semua kenyataan pahit di antara kami.

-Ahmad Ma'ruf-
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Sepercik Doa Cinta a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#560rumahtangga
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Shadow That Fades cover
Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD] cover
Setelah Kata Sah!  cover
Kuberbisik Namamu cover
My Dear Jannah cover
Hijaber Girl and Bad Boy✔[Sudah Terbit] cover
Untukmu, Seluruh Nafas Ini cover
31 Months for You cover
A B I A N : Insaf Boy  [END] cover
Simfoni Takdir ✔ cover

Shadow That Fades

3 partes Concluida

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.