Time Rewind

Time Rewind

  • WpView
    Reads 22,398
  • WpVote
    Votes 2,244
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 10, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Rin berengkarnasi kembali ke usianya yang ke lima belas tahun dia memutuskan mengubah masa depannya dengan menyembunyikan apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Tapi karena suatu hal Rin tak mau menatap mata adiknya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐀𝐛𝐨𝐮𝐭 𝐔𝐬 | 𝖤𝗋𝗂𝖱𝗂𝗇'𝗌 𝖲𝗍𝗈𝗋𝗒  | 𝙾𝙲 𝚡 𝙲𝚊𝚗𝚘𝚗!
  • Sorry [ RanXSanzu ] End
  • SHADOW OF OBSESSION (SASUSAKU) ✅
  • いとしい ( project 2 author )
  • Gutes Leben - Jujutsu Kaisen
  • DEFENSE OF LOVE ✅
  • another life with him //xiaother//
  • Naruto : Sunshine
  • The Perfect Hideos

Di sekolah menengah atas tempat mimpi-mimpi remaja mulai menemukan bentuknya, ada dua dunia yang berjalan sejajar tapi tidak pernah bersentuhan-satu hidup dalam sorotan, satu lagi di balik bayangan. Hayashi Shierin, gadis berambut ombre hitam-pink dengan mata seperti langit malam penuh bintang, datang membawa cahaya yang terlalu terang untuk diabaikan. Ia tersenyum, tertawa, dan berjalan seolah dunia telah lama menunggunya untuk bersinar. Namun, di balik cahaya itu, ia menyimpan rindu, luka, dan kerinduan akan hidup yang lebih sederhana. Di sisi lain, Itoshi Rin sudah lama berhenti menoleh ke arah dunia luar. Dalam diamnya, ia hidup untuk sepak bola dan ambisinya sendiri. Ia tidak mencari bintang-karena menurutnya, bintang hanyalah gangguan di langit yang terlalu ramai. Namun, suatu pagi saat matahari belum tinggi dan suara peluit MPLS menggema di udara, pandangan mereka saling bertaut. Bukan karena takdir. Bukan karena cinta pada pandangan pertama. Tapi karena sesuatu dalam diri masing-masing saling memanggil... entah untuk dikenali, atau justru dihindari. Dan sejak saat itu, tanpa sepatah kata pun, Rin telah menandai gadis itu. Bukan sebagai milik, bukan pula sebagai cinta-tapi sebagai teka-teki yang ingin ia pahami, sekaligus ancaman terhadap dunia sunyinya yang telah lama ia lindungi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines