Fall
  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 60
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 9, 2019
"Dari yang gue tau sih, kalo orang suka ke seseorang, dan seseorang itu ilfil, dia bakal ngejauh, sekalipun dia sahabatnya sendiri" Brandon menyesap Mocha latte nya. "Kenapa?" Widy menatap Brandon bingung dan melanjutkan pertanyaannya "Bukannya sahabat selalu ada di segala situasi apapun?" "Justru itu gue bingung, kenapa mereka ninggalin lo saat Lo butuh mereka. Kedua, kenapa lo ngga peka banget, mereka itu cuman pengen tau doang masalah lo! Mereka ngga bener bener tulus sama lo. Dan Lo harus tau itu. Ketiga, kenapa Lo selalu ngejar suatu hal yang jelas uda jauh dari pandangan, sedangkan di belakang Lo, masih ada yang setia nunggu sampai kapanpun" tutur Brandon persis seperti ceramah yang di berikan oleh Vannes. Widy terdiam dengan ucapan Brandon barusan. Apa ia ada kaitannya?
All Rights Reserved
#5
brandon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Choose an Enemy (End)
  • Just The Two of Us [End]
  • Devan Dan Devina [Completed]
  • MY PERFECT LECTURER✓ [COMPLETED]
  • Behind Bullying [END]
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • Rival, Jadi Pacar?
  • Burning Boundaries [REVISI]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines