ARION MY BOY

ARION MY BOY

  • WpView
    Reads 1,285
  • WpVote
    Votes 195
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 3, 2019
WARNING!!!! DON'T COPY MY STORIES, Plagiat Menjauh.....huss..hush.hush...!! **** Nasib sial sedang menghampiri Raina, bagaimana bisa ia tiba-tiba tersandung sesuatu di depan Arion dan gengnya, jika bukan karna Arion yang menangkap tubuhnya mungkin Raina sudah jatuh tersungkur ke depan dengan pose memalukan. "Hati-hati." Ucap Arion setelah berhasil menangkap Raina. Raina mendongak dan bertemu dengan netra coklat milik Arion, melihat dari dekat membuat Raina terpesona pada mata Arion yang tajam sekaligus meneduhkan di saat bersamaan. Apa ini? Kenapa dadanya berdebar kencang? "Gue tau pelukan gue sangat nyaman, tapi sampai kapan kita seperti ini?" bisikan Arion menyadarkan Raina. Gadis itu melepaskan pelukannya dan buru-buru berdiri tegak di posisinya, wajahnya tertunduk malu sementara teman-teman Arion yang lain terkekeh melihat Raina yang malu. "Gadis hujan itu benar-benar lucu ya?" Luki salah satu anak buah Arion berkata setelah kepergian Raina. "Gadis hujan? Siapa?" Thaya yang tidak tau siapa yang di maksud Luki bertanya. "Itu, gadis yang tadi Arion deketin. Namanya Raina, dalam bahasa inggris kan Rain artinya hujan." Luki memberi penjelasan. Arion yang mendengar percakapan Luki dan Thaya di belakangnya hanya diam tapi sedetik kemudian dia berbalik memandang teman-temannya lalu berkata. "Jangan ada yang berani ganggu Raina!" **** ARION MY BOY.2019 |Written by Ulania_pow
All Rights Reserved
#2
myboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • Trust Your Heart
  • REDIGUEZ FAMILY || END
  • Javas Drexzer [END]
  • Rain
  • Raina
  • RERARA!!
  • MAVAKA
  • Indigo Or Psychopath Family [END]
  • Jadi Baby?! [Lengkap]

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines