Ilusi Yang Nyata

Ilusi Yang Nyata

  • WpView
    Membaca 568
  • WpVote
    Vote 75
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Mar 17, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Keinginan Lia adalah ketika Lia bisa berpacaran dengan laki-laki misterius itu dan bahagia bersamanya. Namun Lia meragukan keinginannya karena berpacaran dengan laki-laki itu adalah hal yang paling mustahil, oleh dari itu Lia menjadikan keinginannya hanya sebagai sebuah ilusi. Membuat Lia mundur dan perlahan semakin menjauhi laki-laki itu karena tidak percaya dengan keinginan dirinya. Tetapi ketika Lia menjauh, Laki-laki itu datang. Membuka pintu sangat lebar, Seolah membiarkan Lia masuk kembali ke kehidupannya. Lia tersadar, Dirinya telah menemukan ilusi yang nyata. Lia dan laki-laki itu telah banyak membuat cerita bersama. Bahagia, Tapi tidak selalu bahagia. Lia berharap akan selamanya seperti ini. "Aku ga ada hak untuk menyudahi. Dan peranku disini mempertahankan Lia. Aku ga memegang hak seperti itu karena aku mau kamu ga merasakan beban yang sakit dan berat,cukup aku Lia yang merasakannya." -
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Stay (Away)
  • AILIA (COMPLETED)
  • My Bromance [18+] End
  • Sorry, I love you ✔
  • Athalia [ √ ]
  • TAKDIR
  • Married is scary [Sanwoo]
  • Satu Langkah Lebih Dekat [hiatus]
  • TAKDIR ALYA

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan