Dia, Kataku

Dia, Kataku

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 10, 2019
Tentang pelangi yang kehilangan warna. Tentang teh hangat yang perlahan mulai mendingin. Tentang terang yang kehilangan tahta. Begitupun tentang cinta yang tumbuh dimana saja, sering tanpa permisi kepada pemilik tempatnya. Tumbuh dan matinya pun tanpa duga. Kata orang, sebuah kata terkadang sangat penting untuk tetap saling memahami perbedaan. Bahkan lebih penting dari itu. Aku, kamu, mereka, dan kemungkinan-kemungkinan lainnya bisa apa tanpa adanya kata? Penulis hebat pun, tidak akan disebut 'Penulis Hebat' tanpa adanya rentetan kata yang mereka tulis pada beberapa lembar cetakan kertas. Jangan bingung membaca kalimat-kalimat sederhana ini, karena buku yang tebal pun akan terlihat membingungkan jika hanya dilihat. Kalian harus membaca nya terlebih dahulu, baru bisa dipahami.
All Rights Reserved
#157
funfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SARAY(U) [Completed]
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • My Possessive Bad Boy (SUDAH TERBIT)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Bintang [end]
  • Rintik hujan [COMPLETED]
  • Iridescent
  • Possessive Samudera [Selesai]
  • Bunga (COMPLETE)

Aku kira kamu adalah pelangi yang hadir setelah hujan usai, namun kenyataannya tidak seperti ekspetasi. Aku kira kamu adalah pelangi yang akan memberi banyak warna di sepanjang hariku, namun kamu benar-benar jauh dari itu. Ternyata benar, banyak mengira hanya akan menghadirkan sakit yang sebenarnya tidak harus dirasakan. Karena kenyataannya kamu hanya sarayu. Iya, kamu memang sangat cocok disandingkan dengan sarayu, diksi yang berarti hembusan angin. Seperti layaknya hembusan angin, kamu datang dan pergi hanya karena keinginanmu sendiri. Kamu hanya akan datang jika kamu memang benar-benar ingin datang. Pun sebaliknya, kamu hanya akan pergi jika kamu benar-benar ingin pergi, tidak perduli seberapa hebat aku menahanmu untuk tetap menetap. -- this story is original from my mind. @bataspatah

More details
WpActionLinkContent Guidelines