Cinta dalam diam (END)

Cinta dalam diam (END)

  • WpView
    Membaca 5,605
  • WpVote
    Vote 781
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Des 11, 2020
Putri yang mencintai ketua osis yang bernama Aditia. Namun Aditia pacaran dengan sahabat Putri. Allya, Allya ialah pacar Kak Aditia, Awalnya Putri tidak menyangka kalau Kak Aditia pacaran dengan sahabat nya sendiri. Tetapi ternyata Kak Aditia dengan si Allya itu ada hubungan yang lain Tetapi apakah nanti cinta Putri diterima Kak Aditia atau tidak , cukup baca aja cerita saya dan jangan lupa vote ya. ( Hai kalian mau tau ga kelanjutan dari cerita ini baca yuk. Jangan lupa vote dan tinggalkan coment kalian ya Terimakasih).
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#554
2020
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • ▫Ketos and Bad Girl❇
  • ABOUT ALEA
  • Menikah Secara Paksa_ END
  • XXL
  • I'm Sorry [Terbit E-book]
  • SENJA (COMPLETED)
  • BE WITH YOU (END)✔
  • April Love Story [Completed]
  • ALSYAVA (Sudah Terbit)

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan