Camera, Rolling, and ACTION!

Camera, Rolling, and ACTION!

  • WpView
    Reads 18,213
  • WpVote
    Votes 694
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 1, 2015
Riley, seorang script dan scenario writer memasuki tempat kerja baru, yaitu RWM Studio. Di sana dia bertemu dengan banyak makhluk aneh bin ajaib. Mulai dari Damon sang sutradara yang cuek, Sean si Graphic Artist yang dingin sekaligus hangat, hingga seorang Property Master bernama Josh yang berhasil mengalihkan perhatiannya. WARNING! 1. Di sini saya mengharapkan pembaca yang open-minded. Cerita ini difokuskan pada percintaan sesama jenis. Jadi bagi yang tidak menyukai tema ini, lebih baik ambil langkah pergi terlebih dahulu. 2. Supaya aman, cerita ini akan saya masukkan ke PG (13) 3. Banyak swear words, mohon dimaklumi. 4. Saya mohon kemakluman pembaca semua jika saya telat update. Semua tentunya tergantung kondisi RL saya. 5. Jangan lupa vote dan commentnya. Saya nggak mau buang waktu untuk membuat cerita yang 'kurang digemari'. So yeah. 6. Saya mengharapkan sambutan hangat untuk cerita perdana saya di wattpad, guys. 7. Thanks sudah mau membaca warning ini, maaf jika kesannya bossy sekali. 8. :D emoticon for you. Don't worry be happy!
All Rights Reserved
#37
workplace
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Back to School
  • Grapple
  • Love of Enemy
  • Tug of Love
  • The Beloved Mr Bad
  • Lure
  • NIKMATNYA PACAR TEMAN SENDIRI

⚠️ CONTENT WARNING ⚠️ ⚠️ LGBTQ+ Narrative: This story revolves around a same-sex relationship. If this is not your cup of tea, please exit respectfully. ⚠️ Mature Themes: Contains explicit sexual content (18+), intense emotional themes, bullying/harassment dynamics, and mature narrative style. Reader discretion is advised. [BACK TO SCHOOL] "Pemerintah menyebutnya program reuni, Biru menyebutnya sebagai neraka yang terorganisir. Wajib, mengikat, dan tanpa pengecualian. Ketika Biru terpaksa kembali ke sekolah di usia 29 tahun, Biru tidak lagi membawa ketakutan masa lalu. Biru membawa ego dan dendam. Namun, takdir rupanya suka bermain-main. Berbagi kamar dengan Sendi-mantan pembully-nya yang kini hancur oleh hidup-dan harus berhadapan dengan Zoey, cinta pertama Biru, membuat hidupnya jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan. Siapa yang menyangka bahwa di antara seragam sekolah ini, batas antara musuh dan kekasih akan menjadi setipis kertas?" AUTHOR'S NOTE: To my loyal readers from other platforms/blogs, thank you for following me here! Let's reconnect in the comments. New readers, welcome.

More details
WpActionLinkContent Guidelines