BAD CALLER (TRUE STORY)

BAD CALLER (TRUE STORY)

  • WpView
    GELESEN 599
  • WpVote
    Stimmen 149
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Feb. 16, 2019
"Halo, ini Riani Fristalia kan?" "Maaf, salah sambung. Gak ada yang namanya Riani Fristalia disini" "Tapi selama ini saya sering ngobrol sama Riani di nomer yang sama" suara cowok itu terdengar sangat yakin. Kemudian Alana dan semua teman-temannya terbahak dan memutuskan sambungannya. *** Bagaimana ketika seseorang yang selalu menemani kamu di setiap malam ternyata hanyalah tokoh fiksi yang diciptakan untuk kesenangan pribadi? Terdengar sangat kejam, tetapi itu pantas untuk mereka. Mereka yang pernah menyakiti banyak perempuan. Mereka yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya sehingga terus meminta lebih. Lewat cerita ini, saya dan teman-teman saya ingin menyampaikan bahwa ada banyak lelaki diluar sana yang ingin memiliki lebih dari satu pasangan dan sangat membutuhkan kasih sayang, sampai mereka percaya bahwa Riani Fristalia itu benar-benar nyata.
Alle Rechte vorbehalten
#532
nyata
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • EPIPHANY
  • Masuk Kedalam Komik BL [END]
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟏 [𝐄𝐍𝐃]
  • Imaginary Boyfriend
  • RAYCILA [END]
  • Abstrak
  • Ranzir
  • Hei, Araya! [End]

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien