Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Necessary

Necessary

  • WpView
    Reads 227
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 6, 2019
"Rasa kesel dan benci lo ke gw itu, seiring berjalannya waktu bakal berubah jadi rasa suka, hahahahaha denger tuh!" - ledek kaffa - - - "Dih, najis banget gw suka sama cowo tengil bin nyebelin kaya lo!" - sahut Frizka Akankah Kaffa mampu untuk menaklukan hati Frizka? Ataukah justru, Frizka yang kemakan omongan, karna dia telah menyukai kaffa? So, jangan lupa baca guys.
All Rights Reserved
#120
kafka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FEARLESS || JAYISA
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)
  • PERJODOHAN PAKSA ( END )
  • Risalah Hati (ZeeSha) [END]
  • zeandra dan Marsha...
  • MY CICI [END]
  • You're My Sunshine
  • Zafio (END)
  • PESAN TERAKHIR [END]

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

More details
WpActionLinkContent Guidelines