Hiraeth.

Hiraeth.

  • WpView
    Reads 25,641
  • WpVote
    Votes 11,448
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 14, 2020
[ C O M P L E T E D ] hiraeth (n.) : rasa kehilangan, nostalgia, kerinduan, keinginan yang tulus, rasa penyesalan dan keinginan untuk kembali kepada tempat awal- rumah. ❝Kamu datang ke kehidupanku, menebarkan benih kebahagiaan kepadaku sampai membuat diriku lupa, bahwa tak ada yang namanya kebahagiaan bersifat permanen. Kamu datang hanya untuk ngebaperin aku saja kan? Membuat aku berharap dengan segala harapan palsu yang sudah kamu rangkai dengan sedemikian rupa itu. Dan dengan bodohnya, kamu dapat membuatku tertipu dengan tingkah manismu yang lalu. Terima kasih Al untuk segala kenangan yang terekayasa ini, dan juga terima kasih karena sudah membuatku berharap ke kamu sejauh ini. Sekali lagi, Terima kasih.❞ sepotong kisah panjang yang hanya berisi tentang penyesalan cinta dimana kedua belah insan, harus merasakan sakitnya kehilangan sebanyak dua kali di hidup mereka tanpa bisa merasakan bahagianya kembali kerumah bersama.
All Rights Reserved
#527
penyesalan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • ARLITA [Selesai] (Terbit)
  • MY MJ (End)
  • Let Me Love You Longer
  • REGRET [END]
  • Seraphine
  • Change
  • LENGKARA
  • BETWEEN

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines