Perfect Bastard In My Life

Perfect Bastard In My Life

  • WpView
    LECTURAS 448
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 6, 2020
Aku mengagumi dirinya, saat pertama kali mataku menaruh perhatian kepadanya. Dan semua kekaguman itu hilang, hilang dan berkembang menjadi hal yang baru aku rasakan 'love'. 'I love him so much', but all these words can't describes my feelings. Dan menjadi pendamping untuk hidupnya adalah my absolute dream. Tapi dia 'MEMBENCI' ku Dia membenci ku saat pertama kali matanya menaruh perhatian kepada ku. Dia memastikan untuk membuat ku terluka, menderita, dan membuang ku sangat jauh, akan menjadi 'keberhasilan' yang paling membanggakan untuk dirinya.. Bisa hati ku mampu bertahan dengan pria yang heartless dan brokenhearted. Aku hanya ingin mendengar dia mengatakan 'i love you' suatu saat.. Namun, hati ku selalu mendapatkan air mata dari setiap perlakuannya. Dan semua yang ku pikirkan suatu saat dia mungkin bisa menjadi milikku. Tapi di sisi lain juga.. 'Aku tidak ingin jatuh cinta, jika dia tidak ingin mencobanya' Dan saat itu datang, apakah dia akan datang kepada ku? berjuang untuk ku? apa dia akan tinggal untukku? Tapi apakah itu mungkin? Apakah dia mengenal aku yang sebenarnya?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • You're Here, But Not For Me
  • The Rain [SoonHoon]
  • SHETAN
  • The Kidnapper
  • Side Chick ✅️
  • DIABOLIC ✓
  • My Little Monster - Completed
  • Si Sabes (IYK 1)
  • Under Shades ✓
  • MORALLESS

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido