Melteen
  • WpView
    LECTURAS 1,726
  • WpVote
    Votos 432
  • WpPart
    Partes 47
WpMetadataReadConcluida vie, abr 24, 2020
Hidup itu seperti rubik, penuh perjuangan untuk mencapai hasil akhir. *** Ramel Arindira gadis cerewet dengan segala keunikannya berhasil membuat Nui Pranata jatuh hati dengan dirinya. Mereka terlalu biasa namun hubungan yang mereka rajut membuat mereka mengerti kenyamanan. Ramel yang cerewet dengan Nui yang menyebalkan. Mereka memang tidak istimewa namun serasi untuk berdampingan. Ramel gadis polos penjual bunga yang berusaha membantu kuangan keluarganya. Ibunya yang bersikap dingin membuatnya merindukan sosok ayah. Mengetahui semua orang membohinginya mampu membuatnya kecewa. Bagai menelan pil pahit yang ia rasakan. Ibu, bersikap dingin. Ayah, pergi tanpa bisa ia tahan. Teman, dengan sengaja membodohi. Kekasih yang dengan mudahnya menyelingkuhi dirinya. Satu hal yang Ramel tahu hidup terlalu sulit untuk Ia taklukan. #90kisahremaja 08/01/2020 Januari 2019
Todos los derechos reservados
#304
ketus
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Renjana [COMPLETED]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • My teaser Devil Prince✅ [MOVE TO MANGATOON]
  • Itreula [Open Preorder]
  • Vyola ✓
  • GALANG [SELESAI]
  • Be my Sweet Darling  [END]
  • DIANA
  • Save Us (Tersedia di play store)
  • Kawin Wasiat

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido