Save In Sound

Save In Sound

  • WpView
    Membaca 88
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 9, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Althena bukan sombong, ia hanya tak suka banyak bicara. Karena jika ia membuka semuanya, ia tak tahu apakah rela membagi dunia miliknya. Sedang hujan, adalah nada dalam hidupnya. Dalam riuh tetes yang jatuh, di dalamnya ada sepi dan kehilangan, juga bahagia pada beberapa keadaan. Althena dan hujan. Mereka adalah irama. Arsen dan segala candaannya. Beberapa basi, sebagiannya garing, seperempatnya lagi tidak bermutu. Tapi itu bagaimana orang-orang mengenalnya. Sedikit yang mengertinya lebih jauh, secuil yang memahami makna tersirat dari matanya. Arsen dan tawa. Mereka arti bahagia. Mungkin Arsen adalah matahari, dan Althena adalah gumpalan awan berarak disekitarnya. Bersinggungan, tapi bertolak belakang. Matahari datang bersama terang, sedang awan bersama hitam dan kilat yang ada dalam dekapannya. Bila matahari bisa menghilang bersama garis senja, sang awan bisa menggelap dan meluruh dengan sejuta air di kantungnya. Arsen dan Althena. Dapatkah mereka pulang pada garis yang sama?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Setara
  • Langit Yang Sama
  • DANADYAKSA
  • The Art of Letting Go
  • Temporary |End|
  • Jodohku
  •  ANATHA
  • Because I'm Stupid (End)
Setara

Athana, gadis yang tumbuh dalam keluarga utuh namun penuh ketegangan, merasa terbelakang dibandingkan Reiner, seorang pemuda dengan pengetahuan luas dan keluarga yang harmonis. Meskipun Reiner tidak pernah memandangnya rendah, Athana merasa tidak setara, bukan dalam hal materi, tetapi dalam cara berpikir dan latar belakang keluarga. Bertekad untuk menjadi lebih, ia mengejar pengetahuan dan perubahan dalam dirinya, berharap bisa sebanding dengan Reiner. Namun, dalam perjalanannya, Athana menghadapi berbagai tantangan yang menguji keyakinannya tentang apa yang seharusnya dianggap setara. Akankah Athana berhasil mencapai apa yang ia anggap setara, ataukah ia akan terus terjebak dalam pencarian tanpa akhir akan "kesetaraan" yang sempurna?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan