K A L A

K A L A

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 9, 2019
Mungkin, Kala adalah kisahku, kisahmu, kisah kita, atau kisah mereka. Karena setiap bagian yang aku tulis, adalah lorong kisahku yang aku sempurnakan dengan kisah-kisah kalian. Keluarga menurut kebanyakan orang, adalah mereka yang hidup bersama dan saling bergantungan. Ya, itu seperti keluarga kami dulu. Sebelum akhirnya, mentari pagi di keluarga kami berhenti untuk memulai cerita. Terik matahari siang ragu untuk tetap bersama. Dan Senja yang memutuskan untuk berhenti percaya. Malam tiba, gelap. Kata kita perlahan lenyap. "Tidak ada lagi keluarga rora" Ucap si sulung kepada adik bungsunya malam itu. Ya, ini adalah kisah tentang keluarga, yang pada akhirnya asing dari kata hangat dan saling bersama.
All Rights Reserved
#85
kala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Kata
  • Bi(n)lang (SELESAI)
  • Kalaya [END]
  • their story
  • Life Script
  • I'm a Girl, Bos!
  • [✔] 2. After My Brother : CHENJI
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Constellations From The Room
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon

Pernahkah kamu merasakan sesuatu sampai tidak bisa berkata-kata? Sedih, senang, pilu, kecewa, ataupun sakit. Rasanya sangat teramat dalam hingga hanya hati yang bisa memaknainya, tanpa ucap, tanpa kata. Suatu ketika dalam benakku muncul pertanyaan. Mungkinkah dalam sebuah keramaian seorang anak manusia merasa sepi? Mungkinkan dari sebuah keceriaan terdapat goresan luka yang tak kunjung pulih? Atau mungkinkah dari raut wajah yang tersenyum terdapat tetesan air mata yang tak pernah kering? Jawabannya akan kita cari dan temukan bersama dalam buku ini. Mungkin atau tidak? Sepertinya di antara kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda. Tetapi yang pasti rasa akan selalu menjadi jawabannya. Sekarang, aku ingin mengajakmu untuk ikut berkelana ke dalam berbagai ruang rasa yang sempat aku masuki selama beberapa tahun terakhir ini. Semoga ruang-ruang ini dapat membuat kamu merasakan pengalaman yang sama dan dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pengalaman tersebut. Semoga. Selamat memasuki ruang rasa 😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines