Setengah, Kau dan Aku adalah Satu

Setengah, Kau dan Aku adalah Satu

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Mga Boto 10
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Jan 8, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ketika senja datang, aku tau. Jikalau hati sedang gulana, cahaya ia memanggil untuk menenangkan jiwa ini. Jikalau diri ini mulai lelah, warnanya menyambut untuk raga ini berhenti sejenak agar berehat. Jikalau minda ini buntu, senja bersama temannya angin sepoi menunjukkan arah dimana inspirasi itu berada. Iya aku tenang bersendirian menikmati senja ini. Tapi aku sadar, dibalik ketenangan ini, jauh didalam diri ini masih terasa bagian yang belum lengkap. Aku bingung, kemana akan ku mencari pelengkap itu. Terdiam aku sejenak, dan mulai sadar. Melangkah, itulah hal pertama yang harus aku lakukan untuk menemukan pelengkap itu. Iya melangkah, dimana langkah pertama aku ini adalah awal dari cerita ini.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Seindah Senja
  • Memories of 31 december
  • PENGAGUM SENJA
  • syanin
  • Langit Senja (End)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman