Menuju Senja

Menuju Senja

  • WpView
    Reads 1,573
  • WpVote
    Votes 117
  • WpPart
    Parts 47
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 19, 2023
Sebuah Mahakarya, yang takkan terlupa oleh jiwa jiwa yang tenang. Mengalun dalam diam, sepi, sunyi, suram, canda, tawa, dan nestapa. Oleh rasa hati yang diberikan oleh sang pencipta. . . Seluruh Puisi dalam kumpulan puisi Menuju Senja Ditulis oleh Tamara Khusa . Puisi ini tidak akan ada habisnya, hingga nama tinggallah nama. Puisi ini tidak akan mati, meskipun penulis sudah menamatkan cerita hidupnya. Apabila Puisi Tamat, penulis pun menamatkan hidupnya Puisi ini akan selalu ada, meskipun penulisnya telah tiada. . . Kami mohon dukungannya . Stop for Plagitism. Keep on your Library.
All Rights Reserved
#604
adventure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JINGGA
  • Diksi Dalam Sepi
  • Temporary |End|
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • FILO-SOFI (Tamat)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Takdir (Bukan) Pilihan
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Setelah Langit Berbisik
  • Together for Love
JINGGA

"Jingga..." "Iya," "Kata orang hidup itu seperti kopi, kamu harus benar-benar merasakan pahitnya dulu di seruput pertama. Sedikit demi sedikit. Manis itu akan kamu temukan sendiri setelah kamu mengerti, bahwa setelah pahit akan selalu ada manis. Bukankah komposisinya dibuat dengan kopi dan gula ? Maka hidup selalu ada komposisi tangis dan tawa" *** Sebagian kisah tercipta pada dia yang kedatangannya tidak pernah kau minta. Maka, Akan ada kelak satu orang manusia yang setelah dia datang dan membuatmu jatuh hati dengan tulus, maka ketika dia pergi, kepergiannya adalah perjalanan panjang untukmu mengenang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines