Story cover for Destiny by vionarsy
Destiny
  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 163
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 6
Ongoing, First published Jan 07, 2019
Kata orang jodoh itu cerminan diri sendiri.
Dan nyatanya memang benar.
Buktinya ada, yaitu Aku dan Dia.

Siapa yang sangka? 
Dulu mengenalnya saja tidak, tapi sekarang dekatnya bagaikan nadi yang tak dapat di pisahkan.
Yang awalnya pahit ternyata berujung manis

Takdir? Mungkin, siapa yang tahu bukan?


" Cukup sekali gue kehilangan Lo dan itu bener-bener kesalahan yang Gue perbuat dan Gue sama sekali ga pernah kepikiran buat ngulangin kesalahan yang sama " -Alvero Giga Argya.

" Maaf. Gue gini karna Gue pernah percaya sama Lo tulus tanpa curiga, tapi balasannya? Dan sekarang gue gatau mau coba percaya lagi apa engga, karna gue gamau kecewa untuk kedua kalinya " -Nadine Aletta Ravaella.
All Rights Reserved
Sign up to add Destiny to your library and receive updates
or
#314heart
Content Guidelines
You may also like
Cheerful Girl [ENDING] by RosyPutri4
53 parts Complete
[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!
Perfect Queen by YuliaYun29
28 parts Complete
"Kamu akan menjadi sempurna , Lie" "KAMU BUKAN ANAK SAYA!" "KELUARGA LO ITU , PEMBUNUH!" "Lo itu mirip sama adik gue , makanya gue care sama lo!" ditinggalkan? menunggu? dikecewakan? Hahaha.. apakah takdir membenciku? Kenapa semuanya hanya manis di awal dan pahit di akhir? Apa aku akan memiliki Happy Ending? atau Sad Ending? Siapa yang tahu.. keluarga yang utuh , sahabat yang aku miliki , perlahan lahan semua itu berkurang dan menghilang satu per satu.. Apa aku ditakdirkan untuk terus sendirian seperti ini? ______________________________________ Tenang saja , menunggu itu keahlianku , rekorku adalah menunggu selama 12 tahun dihidupku. -Charlie Anna W _____________________________________ Karena , kelebihan gue adalah gue bisa menahan emosi gue , apapun yang terjadi sama gue , gue bakal tetap senyum. -Rico Alexander ______________________________________ Mata dibayar mata , darah dibayar darah dan nyawa , harus dibayar dengan nyawa! -Unknown _______________________________________ Maafin gue yang ngga langsung ngasih tau lo tentang ini semua , tapi ini semua karena dia itu sepupu gue sementara lo sahabat gue , gue ga tau harus gimana -Unknown _______________________________________ genre : ▪teenfict ▪persahabatan ▪keluarga _________________________________________ 23 April 2018 kritik dan saran diterima asal dengan kata kata yang baik dan membangun support me by vote and follow _________________________________________ First Story 👑 Tulisan masih acak2an dan gak rapih , belum revisi utuh.
You may also like
Slide 1 of 10
Bad Girl VS Bad Boy {END}  cover
AILAH(END)✅ cover
DIZAH (Dika & Zahra) [END]✔ cover
Love My Enemy cover
Cheerful Girl [ENDING] cover
ALGAFA cover
Perfect Queen cover
ATHALARIQ cover
Numbness (selesai) cover
Prestige cover

Bad Girl VS Bad Boy {END}

73 parts Complete

Dua insan yang tidak pernah akur, selalu terjadi percekcokan antara mereka berdua. Hingga tidak sadar mereka menjadi dekat, dan Alam menguak sesuatu dari Ghea yang baru dia ketahui. Gadis itu...gadis keras kepala, nakal, tapi suatu waktu dia bisa melihat sisi lain gadis itu yang lemah. Satu fakta yang baru dia ketahui, dia bahkan mengenalnya sudah lama... "Cepet buka mulut lo! " pinta Alam. "Gak," "Cepet, lo keras kepala ya?!" ujar Alam dengan menekankan ucapannya. "Iya-iya," Alam menyuapinya bubur itu ke mulut Ghea tanpa perasaan, hingga membuat Ghea tidak bisa bernafas karena tersedak. Uhukk...uhukk... Dengan cepat Alam mengambil botol minumnya dari tas karena muka Ghea sudah merah, lalu diberikan ke Ghea dan tanpa berfikir ia langsung minum. "Minum-minum," 1 menit kemudian... "Lo gila ya? Lo mau bunuh gue? Gak gini caranya!" ketus Ghea sesekali batuk. "Hehehe...sorry, kalo bunuh lo gue belum ada niatan," balas Alam santai. Happy Reading