Kunci dan Gembok #1 [END]

Kunci dan Gembok #1 [END]

  • WpView
    Reads 297,366
  • WpVote
    Votes 39,401
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 24, 2019
Harap membaca deskripsi cerita, agar nantinya tidak kecewa. Kenapa? Karena beberapa part akhir dalam cerita ini saya unpublish. Mohon maaf * Perjalanan dua insan, sang pemegang kunci yang berjuang menemukan pasangan sebenarnya, hingga bertemulah kunci dengan si gembok, yang belum tentu memiliki kesesuaian dengan dirinya. Namun percaya, semua sudah diciptakan berpasang-pasangan. "Teruntuk sang pemilik kunci, inilah gue, gembok pasangan lo" "Masa iya lo gemboknya?" * Hanya cerita biasa, inspirasi masih dari kehidupan sekitar. Berbau dewasa, harap bijak memilih bacaan. * ©2019 - Majasto
All Rights Reserved
#5
niken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • Marchel And Zarra
  • Suddenly -We Get Married-
  • Bronies (Berondong Manies)
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • Dosen Killer | END✔
  • SR 2 : PERNIKAHAN IMPIAN (FIN✔)
  • MENIKAH JALUR EXPRESS (TAMAT)

Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines