Cahaya Cinta Qur'ani

Cahaya Cinta Qur'ani

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 9, 2019
*Alqur'an bukan hanya sekedar Rahmatan lil'alamin,namun juga syifa'(penawar atau obat)dari segala kesedihan dan penderitaan yang disebabkan dunia* ~*****~ Seorang gadis yang kehilangan kepercayaannya akan Allah dan kitab Kalamullah membuat hidupnya jauh dari ketetapan dan ketentuan Allah Hingga pertemuannya dengan seorang pria sholeh pencinta qur'an yang mengingatkannya akan luka dimasa lalu yang sedari lama ia coba obati dan terbuka kembali karna kehadiran pria tersebut. Masa lalu yang merenggut kebahagiaannya serta ayah dan ibunya.Dan masa lalu yang juga menghancurkan kepercayaannya akan Tuhan pencipta alam semesta serta kitab suci firman Allah ,Alquran. Mampukah Hidayah cinta alqur'an kembali menyentuh hatinya dan mengobati setiap lukanya serta mengembalikannya kejalan Ilahi??? Mampukah alqur'an yang menjadi alasan penderitaannya mengembalikan seluruh kebahagiaan dan senyum yang sudah lama hilang dari wajah gadis tersebut???
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERHIMPUN RINDU~dalam  sujud cintaku
  • KHITBAH KEDUA [Telah Terbit]
  • My Ustadz My Crush [SELESAI]
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • Qanita
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Bukan Aku yang Dia Inginkan || TERBIT ✓
  • ZARAIDEN [End]
  • senja di matamu

Sebuah kisah cinta mengusung rindu bertahun lama, terhimpun pada setiap sujud namun ia menjadi puing-puing yang berserakan saat fitnah dan dusta bagai kain nipis yang melangsiri antara dua jasad dan jiwa ingin bersatu. Halus dan licik. FIRMAN. Saat berkelana mempertemukannya dengan Fusaylah, Birgitta namun dia terkesan dengan kemunculan semula Zafeya. Kehadiran Zafeya bukan sesuatu yang kosong pada dirinya. Firman teruji rasa yang hebat, bila sang gadis bukan sahaja menolak cintanya, tetapi juga membuang cinta TUHAN! ZAFEYA. Saat citra muslimahnya dibadai ujian cinta manusiawi, dia merasakan tuhan amat kejam. Dia dilanda krisis kepercayaan, lelah dan terhanyut sehingga dia begitu tega mempersoalkan sifat Ar-rahman dan Ar-rahim tuhan. "...dan usahlah berkata bahawa tuhan itu tidak akan membebani hambanya dengan ujian yang tidak mampu dipikulnya. Demi tuhan, dia lebih mengetahui bahawa saya lemah dan bisa larut dalam derita berpanjangan begini, tapi kenapa dia masih memberi saya ujian ini? Bukankah ini bermakna dia zalim?"~Zafeya Ayat surah Al-Baqarah ayat 286 itu dipersoal membuatkan Firman beristighfar lebih panjang bersama nafas yang beralun kesal. Hatinya benar-benar runtun menghadapi kata-kata yang dilanda krisis kepercayaan. Zafeya sedang parah, tapi di sisinya, apa yang mampu dia lakukan? Adakah dia harus mengherdik gadis itu kerana penafiannya tentang kewujudan tuhan? Atau apakah dia perlu mendiam diri saja lalu melihat gadis itu terus hanyut dalam rasa putus asanya terhadap tuhan? Dalam menuntun kembali Zafeya agar seiring dalam meraih cinta tuhan, dia juga tersepit dengan cinta Najlah yang tidak pernah terhenti buatnya. Saat fitnah bersebaran, cinta kian berantakan dan mereka bergelut rasa ingin memiliki dan rela melepaskan. Mampukah mereka menyatu dalam rindu yang terhimpun? 500 Naskhah terhad. Dapatkan segera, sehingga 1 april 2019.

More details
WpActionLinkContent Guidelines