Kabut
  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 7, 2019
WpInfo
Non-Fiction
Senyuman itu kembali menderaiku dengan tatapan sayangnya. Ah betapa ia telah membuatku terdiam malu melihatnya, ingin rasanya ku buang pandanganku tapi tak sanggup karena pandangan sayangnya akan menghilang ketika ku alihkan wajahku. Sungguh parasnya yang begitu aku rindukan benar-benar berdiri dihadapanku sekarang. Sesekali aku menyipitkan mata ketika mata bulatnya sudah memandangiku dengan satu penglihatan saja. Saat itu ingin rasa nya aku memeluknya ingin sekali tetapi aku tak bisa karena bila ku peluk ia akan pergi juga. Betapa bimbangnya aku hanya dapat menatap orang yang begitu aku rindukan tanpa dapat menyentuhnya sedikit saja. Aku kemudian memutuskan berbalik arah dan terjaga dari mimpi itu. Kisah ini bercerita tentang persahabatan Zaenal dan Zima yang terjebak dalam situasi rumit. Selamat membaca, semoga suka 😊 #ZaenalZima
All Rights Reserved
#69
bagian1
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heart to you.(END)
  • tentang sebuah rasa
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • ArKa (End)
  • Disguise... [END]
  • Story of My Life With You
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • SEMESTAKU
  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]

{WARNING!! FOLLOW DULU YA SEBELUM BACA!!!} Takdir memang nyata dan semuanya berjalan dengan perlahan membuat luka sedikit demi sedikit,Awalnya tak ada yang sadar tetapi lamanya waktu berjalan semua nya terungkap dan menyisakan pilu dimasing-masing hati, yang salah satu dari mereka memutus kan untuk pergi dan berdamai dengan hati. "Persahabatan ini kami bangun sedari kecil sekian waktu sudah kami lewati bersama,semua tentang nya aku tau,cuman satu yang tak ku tau tentangnya dulu,hatinya." _____ "Salah kah aku mengingat mu untuk yang kesekian kalinya,apakah aku membuat mu tak tenang jika aku menangissimu.maafkan aku jika jawabannya iya pada semua pertannyaku tadi.aku tak bisa mencegah kesedihan ini yang datang tiba-tiba dan membuat ku hannya bisa mengenang mu dalam tangisku"batin bunga sembari meniti kan air matanya untuk yg kesekian kalinya.tatapan nya jatuh pada manik mata Arya yg sedang menatap nyasendu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines