Secret Rose

Secret Rose

  • WpView
    Reads 300
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Published©2020 [•••] "Selamat pagi sayang,'' bisik seorang pria di telingaku. Kubuka mataku mengumpulkan seluruh kesadaranku. Aku tersenyum mendapati mawar merah di tepi ranjangku, aku tahu ini pasti ulah suamiku. ''Mawar lagi?'' tanyaku. ''Kau senang 'kan?'' tanyanya mesra sembari mencium pipiku. Aku mengangguk. Perlakuannya yang manis ini mengingatkanku dimasa aku sebelum menikah dulu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stuck WIth You! (Tamat)
  • Secret Admirer (Tamat)
  • WEDDING FOR MY HUSBAND (SERIES 1)
  • KANIA'S LOVER (Complete)
  • TFSeries#1 | Dandelion Of Venandra
  • ARUMILA
  • Lelaki Pilihan (Selesai)
  • My Boss My Husband
  • The Man

"Apa?" tanyaku kesal. "Lu gak percaya kalau gue juga bisa ngelupain elu dan secepat ini punya pacar lagi?" tanyaku membuat Pras terlihat salah tingkah. "Gak percaya kalau dia pacar gue?" Pras masih diam. "Oke gue tunjukin sesuatu biar lu percaya kalau dia pacar gue," kataku sambil melepaskan lenganku yang dicekal Pras. Setelahnya aku sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggiku dengan pria dihdapanku, kemudian menangkup wajahnya dengan kedua tanganku lalu...cup! satu kecupan aku bubuhkan di bibir pria yang sialannya ternyata biarpun matanya melotot karena kaget dia malah keliatan ganteng. Bibirnya tebel sama lembut lagi biarpun ini hanya sebuah kecupan ringan dan bukan ciuman penuh napsu. Sialan kok malah degdegan! Aku melepaskan tanganku dari wajah yang aku tangkup lalu menoleh ke arah Pras yang ternyata masih melongo karena kaget menyaksikan aksiku mencium laki-laki asing yang sama sekali tidak dia kenal. "Udah percaya sekarang? Atau masih kurang? Mau yang lebih hot lagi?" tantangku pada Pras yang kini terlihat benar-benar kesal. Dia terlihat berdecak. "Aku bisa pastikan kalau kamu bakal nyari aku lagi dan minta aku buat balik lagi sama kamu!" katanya lalu pergi meninggalkanku begitu saja. Setelahnya aku menatap takut-taku ke arah pria di hadapanku yang kini sedang menatapku tajam sambil melipat tangannya di dada. Aku nyengir lalu melepaskan tanganku dari lengan kekarnya dan pergi begitu saja dari hadapannya sambil tak berhenti berdoa di dalam hati, semoga setelah ini aku tak akan lagi dipertemukan dengan dia. Bisa mati karen malu aku ini. Tapi ya, siapapun kamu, makasih lo ya udah nyelamatin aku dari si kampret tukang selingkuh!

More details
WpActionLinkContent Guidelines