Nikotin dan Kafein

Nikotin dan Kafein

  • WpView
    Reads 5,903
  • WpVote
    Votes 649
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 25, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Mau jadi cowok gue?" Kening Niko berkerut dalam. Diperhatikannya cewek yang baru saja memintanya menjadi pacar itu. Gesturnya santai sekali, seakan tengah mengajak lawan bicaranya makan kerupuk. Rambut hitam sebahu yang entah kapan sejak terakhir kali tersentuh sisir, kemeja seragam kumal yang dikeluarkan dengan ujung lengan digulung, tindik memenuhi daun telinga kiri serta rokok yang setia menyelip di antara bibirnya. Raut wajahnya? Datar. Jelas bukan emosi seperti itu yang akan ditunjukkan seseorang ketika menanyakan kalimat sensitif semacan itu. Pandangan Niko menyentuh tiap-tiap sudut kantin yang mampu dijangkau matanya. Mencari sumber dari kekonyolan yang dialaminya saat ini. Cewek di hadapannya ini, pasti sedang terlibat permainan tidak jelas dengan teman-temannya yang tidak kalah tidak jelas. Dan benar, di sudut sana gerombolan pentolan sekolah pembuat onar sedang terang-terangan menonton mereka. Niko tersenyum miring, "Gue yang punya kendali penuh di sini. Gue yang milih, kapan harus nendang lo," kemudian mengulurkan tangan. Sebaris kalimat itu terdengar menyentak di tengah hening yang disengaja tercipta. Sorak-sorai merebak pada detik selanjutnya. Seisi kantin itu cukup mengerti jika Niko memilih menerima. Bukan dengan sukarela tentu saja, melainkan menekankan dengan gamblang jika ia bukan target taruhan semata, tapi juga terlibat di dalamnya. Sebaliknya, cewek itu masih terlihat tidak peduli. Ia mendegus pelan, seolah ucapan Niko sama-sekali tidak mengusiknya. Ringan, Ia berlalu. Menganggap tangan Niko yang mengapung di udara seolah tidak pernah ada sambil berkata, "Terserah." copyright©2019 | Diarypastel Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang
All Rights Reserved
#174
novelremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE STORY QIANARRA
  • Sudut pandang (felisha)
  • Because I'm Stupid (End)
  • Dariel
  • Amor Almira
  • AIRIS
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Three Idiot Girls  ✔
  • I LOVE YOU

"DOR!!" "Kampret!!!" Pekik gue kaget. Gue membalikkan badan gue. "Ishhh! Elo lagi...elo lagi! Ngagetin aja sih lu?! Kalo gue jantungan gimana?!" Dengus gue. Dia tertawa, gue akui tawa nya manis banget, MELELEHHHH gueee... Tapi harus jaga image. "Tenang, kalo Lo perlu jantung, gue bakalan kasih jantung gue buat elo kok" ucapnya di selingi tawa.. Uh! Bisa aja ini anak buat gue deg-degan. "Gembel Mulu Lo!" Cibir gue. "Btw Lo kok masih disini? Sekolah udah sepi loh" ucapnya. "Suka-suka gue lah!" Ketus gue. "Yee. Di kasih tau ngeyel! Disini ada hantu nya loh.." Hantu?? Ishhh beneran? Gue takut anjir. "Yang bener Lo?" Ucap gue, gue rasanya udah merinding ini. Dia ngangguk. "Iya! Maka dari itu Lo harus pulang, pulang bareng gue yuk!!" Ajaknya. Ah si Jampang bisa aja modusnya. "Kampret! Lo mau modus atau gimana?!" Tanya gue. "Dua-duanya, tapi bener deh, disini nih angker, Lo ngerasa merinding gak?" ❣❣❣ "Gue tau rencana Lo! Dan gue harap, setelah rencana Lo selesai! Lo jadian sama gue!" Ha? ***** Kisah cinta Qearin dengan beberapa cowok, Serta perjuangan Qearin untuk mengembalikan keceriaan Sahabat nya

More details
WpActionLinkContent Guidelines