Karya-Karya Amir Hamzah

Karya-Karya Amir Hamzah

  • WpView
    MGA BUMASA 4,412
  • WpVote
    Mga Boto 21
  • WpPart
    Mga Parte 67
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Jan 9, 2019
Karya-Karya Amir Hamzah yang sudah masuk domain publik karena pengarang sudah meninggal leibh dari 70 tahun yang lalu. Lahir 28 Februari 1911 di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, terbunuh dalam revolusi sosial 16 Maret 1946 di Langkat, Sumatera Utara. Bukunya yang sudah terbit: Nyanyian Sunyi (1937), Buah Rindu (1941), Sastra Melayu Lama dengan Tokoh-tokohnya (1941), dan Esei dan Prosa (1982). Terjemahannya: Bhagawad Gita (dimuat dalam Pujangga Baru, 1933-1934) dan Setanggi Timur (terjemahan puisi Jepang, Arab, India, Persia dll., 1939). Berbagai karangannya yang tersebar dihimpun H.B. Jassin dalam Amir Hamzah Raja Penyair Pujangga Baru (1963). Sejumlah puisinya ada dalam antologi Pujangga Baru: Prosa dan Puisi (1963) susunan H.B. Jassin. Amir Hamzah dikenal sebagai tokoh penting pada masa Pujangga baru dalam sastra Indonesia. Amir mewariskan 50 sajak asli, 77 sajak terjemahan, 18 prosa liris, satu prosa liris terjemahan, 13 prosa dan satu prosa terjemahan. Jumlah seluruhnya adalah 160 tulisan. Jumlah itu masih ditambah dengan Setanggi Timur (puisi terjemahan) dan terjemahan Bhagawat Gita (Abrar Yusra, 1996:58) - serta, tentu saja, entah berapa tulisan yang tak sempat tersiar atau dipublikasikan. Amir Hamzah hanya menerbitkan dua kumpulan puisi tunggal, yaitu Buah Rindu (1941) dan Nyanyi Sunyi (1937). http://www.tengkuamirhamzah.com/id Silakan tinggalkan komentar, atau jika ada tipo, silakan beritahu.
Public Domain
#6
insyaf
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Suara Keheningan
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • Gus Bara
  • JINGGA
  • Rain And Tears [Proses Revisi]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Aksareya
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Langit Yang Tak Lagi Biru

Seorang penyair yang mengalami trauma berat setelah kehilangan orang tercintanya mencoba untuk bersembunyi dari dunia. Melalui proses penulisan puisi, dia mulai berbagi karyanya secara anonim di media sosial. Ketika puisi - puisinya mulai mendapatkan perhatian, ia menghadapi dilema untuk tetap anonim atau mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya. ** TOKOH 1. Arula Ashianna Yildiz ( ARULA ) : Seorang penyair berusia 28 tahun yang penuh rasa sakit setelah kehilangan tunangannya, Arzan. Arula memiliki bakat menulis yang luar biasa, tetapi setelah kepergian Arzan, dia merasa terjebak dalam kesedihan dan berusaha menghindari dunia luar. 2. Arzan Calief ( ARZAN ) : Tunangan Arula yang meninggal dalam sebuah kecelakaan. Meskipun hanya muncul dalam ingatan dan puisi Arula, Arzan berperan penting dalam perjalanan emosional Arula. 3. Giva Sandrina ( GIVA ) : Sahabat Arula yang berusaha mengeluarkannya dari keterpurukan. Dia sangat peduli dan berusaha mendukung Arula tanpa memaksakannya. 4. Gavin Abrisam Mannaf ( GAVIN ) : Seorang penggemar puisi yang menjadi teman virtual Arula di media sosial. Tanpa mengetahui identitas asli Arula, Gavin sering memberi semangat dan umpan balik positif pada puisi yang ditulisnya. 5. Daffi Putra Utama ( DAFFI ) : Seorang blogger dan kritikus puisi yang tertarik dengan karya Arula. Ia mulai mencari tahu siapa penulis anonim tersebut dan menjadi penghubung yang membawa Arula pada kesuksesan. ⚠️ Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. ⚠️

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman