Story cover for The Clan - Beginning by MRZ_Id
The Clan - Beginning
  • WpView
    Leituras 53
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Capítulos 3
  • WpView
    Leituras 53
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Capítulos 3
Em andamento, Primeira publicação em jan 08, 2019
Dalam kehidupan yang hampir tak ada perdamaian, membawa ku pada sebuah pemikiran bahwa semua ini harus di akhiri. Perang, konflik, kudeta, dan kekerasan lainnya. 
Aku dan adikku hidup di tengah-tengah konflik yang melanda. Tak ada istirahat, bahkan tidur yang tak nyenyak. Pemandangan yang nampak adalah anak-anak kecil yang berlarian di antara reruntuhan bangunan, sambil tertawa bersama yang lain. Namun ku yakin, tawa itu adalah penutup tangisan yang sebenarnya mereka alami.

Karena itulah. Aku ingin melakukannya..

■Cerita ini akan menggabungkan zaman klasik dengan zaman modern
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar The Clan - Beginning à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Eliinaa, de vfryfrljnvsnmtm
5 capítulos Concluída
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
THE DARK OF TIMES  cover
Eliinaa cover
Adek Abang || END cover
SABIAN cover
Time Flow | London in 19  cover
TAKE CARE OF YOU cover
LOST : Nada Parabawa & Jeffran Manendra cover
Blamed |Hwang Renjun| [END] cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 capítulos Em andamento

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."